Ramadan 2025
Pengusaha di Telaga Gorontalo Produksi 40 Ribu Toples Kue Kering, Dikirim ke Daerah Tetangga
Usaha rumahan yang diberi nama UD Fermiland Jaya ini terus berkembang dan kini mengirimkan produknya ke berbagai daerah, termasuk Bitung dan Kotamobag
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KUE-KERING-Owner-UD-Fermiland-Jaya-Dolin-Lasoma.jpg)
Penulis: Moh Ziad Adam, Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi UNG
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang pengusaha di Telaga Biru, Gorontalo, berhasil memproduksi hingga 40 ribu toples kue kering untuk memenuhi permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1446 H.
Usaha rumahan yang diberi nama UD Fermiland Jaya ini terus berkembang dan kini mengirimkan produknya ke berbagai daerah, termasuk Bitung dan Kotamobagu di Sulawesi Utara (Sulut), serta Palu di Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Makassar di Sulawesi Selatan.
Dolin Lasoma, pemilik usaha ini, mengungkapkan bahwa produksi meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Ada 28 Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2025 di Gorontalo, 2.545 Personel Polisi Dikerahkan
“Kalau sebelum puasa kami produksi sekitar 200 toples per hari, tapi sekarang permintaan semakin tinggi, bahkan untuk pesanan dari Kotamobagu saja, semalam kami mengirim 2 ribu toples,” ujar Dolin, Jumat (21/3/2025).
Produk unggulan UD Fermiland Jaya meliputi berbagai jenis kacang-kacangan seperti Kacang Keong, Kacang Telur, dan Kacang Potong, serta aneka kue kering.
Ada di antaranya Kurma, Rambutan, Batang Macis, Cokelat Mente, Spekulasi, Nastar, hingga Akar Kelapa yang baru dirilis tahun ini.
Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif, dengan kue kering seharga Rp150 ribu per toples dan grosir kacang mulai dari Rp40 ribu hingga Rp75 ribu.
Dolin menjelaskan bahwa usahanya telah beroperasi sejak 1994 dan semakin berkembang setelah pindah ke lokasi produksi yang lebih luas pada 2015.
Baca juga: Siap 24 Jam! Posko Mudik Gorontalo Hadir di Bandara, Pelabuhan, dan Terminal
Kini, dengan 54 karyawan yang bekerja dalam dua shift, produksi berjalan tanpa henti untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar.
Meski demikian, Dolin mengakui masih ada kendala yang dihadapi, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku.
“Kalau untuk kendala mungkin di bahan baku, karena kadang sulit didapat,” ungkapnya.
Namun, dengan strategi pemasaran melalui Facebook dan WhatsApp, produk UD Fermiland Jaya terus diminati pelanggan dari berbagai daerah.
Cerita Penjual Kue Kering di Kota Gorontalo Jelang Lebaran Idulfitri