Ramadhan 2025

Jadwal Buka Puasa Kota Gorontalo Jumat, 21 Maret 2025 Hari Ke-21 Ramadhan 1446 H

Jadwal buka puasa di Kota Gorontalo hari ini Rabu (5/3/2025) atau 5 Ramadhan 1446 H jatuh pada pukul 18.05 WITA.

Penulis: Fitriana | Editor: Andriyani
Freepik
JADWAL BUKA PUASA - Ilustrasi dibuat dari foto yang diunduh di Freepik Jumat (21/3/2025). Berikut jadwal buka puasa Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut jadwal buka puasa Kota Gorontalo Jumat (21/3/2025) atau 21 Ramadhan 1446 H.

Jadwal buka puasa di Kota Gorontalo hari ini jatuh pada pukul 18.02 WITA.

Sementara, imsak untuk wilayah Kota Gorontalo adalah pukul 04.28 WITA.

Adapun waktu subuh di wilayah Kota Gorontalo jatuh pada pukul 04.38 WITA.

Jadwal buka puasa Kota Gorontalo ini menurut jadwal imsakiyah Ramadhan 2025 yang dirilis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag.

Berikut jadwal imsakiyah Ramadhan 2025 lengkap hingga hari ke-30 untuk wilayah Kota Gorontalo.

Jadwal Imsakiyah Kota Gorontalo Ramadhan 2025

21 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:28
SUBUH : 04:38
TERBIT : 05:49
DUHA : 06:15
ZUHUR : 11:59
ASAR : 14:58
MAGRIB : 18:02
ISYA' : 19:10

Baca juga: Doa dan Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan 2025 hingga Dapat Lailatul Qadar

22 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:27
SUBUH : 04:37
TERBIT : 05:48
DUHA : 06:15
ZUHUR : 11:58
ASAR : 14:58
MAGRIB : 18:01
ISYA' : 19:09

23 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:27
SUBUH : 04:37
TERBIT : 05:48
DUHA : 06:15
ZUHUR : 11:58
ASAR : 14:58
MAGRIB : 18:01
ISYA' : 19:09

24 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:27
SUBUH : 04:37
TERBIT : 05:48
DUHA : 06:15
ZUHUR : 11:58
ASAR : 14:58
MAGRIB : 18:01
ISYA' : 19:09

25 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:26
SUBUH : 04:36
TERBIT : 05:47
DUHA : 06:14
ZUHUR : 11:57
ASAR : 14:59
MAGRIB : 18:00
ISYA' : 19:08

26 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:26
SUBUH : 04:36
TERBIT : 05:47
DUHA : 06:14
ZUHUR : 11:57
ASAR : 14:59
MAGRIB : 18:00
ISYA' : 19:08

27 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:26
SUBUH : 04:36
TERBIT : 05:47
DUHA : 06:14
ZUHUR : 11:57
ASAR : 15:00
MAGRIB : 18:00
ISYA' : 19:08

28 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:25
SUBUH : 04:35
TERBIT : 05:46
DUHA : 06:13
ZUHUR : 11:56
ASAR : 15:00
MAGRIB : 17:59
ISYA' : 19:07

29 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:25
SUBUH : 04:35
TERBIT : 05:46
DUHA : 06:13
ZUHUR : 11:56
ASAR : 15:00
MAGRIB : 17:59
ISYA' : 19:07

30 Ramadan 1446 H

IMSAK : 04:24
SUBUH : 04:34
TERBIT : 05:46
DUHA : 06:13
ZUHUR : 11:56
ASAR : 15:01
MAGRIB : 17:59
ISYA' : 19:07

Baca juga: Doa Niat Puasa Ramadan, Lengkap dengan Rukun dan Keutaman Puasa

Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, mari perbanyak amalan menyambut turunnya Lailatul Qadar.

Dikutip dari balitbangdiklat.kemenag.go.id, berikut sejumlah cara untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar:

1. Salat Qiyamullail

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Siapa yang mengerjakan salat pada malam lailatul qodar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni" (HR Bukhari, Muslim, Nasa'i, Tirmidzi dan Ahmad, dari Abu Hurairah RA).

2. Iktikaf

كَانَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ، وَيَقُولُ : تَحَرَّوا (وَفِي رِوَايَةٍ : الْتَمِسُوا) لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Rasulullah saw. beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dan beliau mengatakan, 'Carilah lailatul qodar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan" (HR Bukhari, dari Aisyah RA). Dalam hadis lain disebutkan.

Dari Abu Sa’id Al Khudri di mana Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda,

« إِنِّى اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوَّلَ أَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثُمَّ اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوْسَطَ ثُمَّ أُتِيتُ فَقِيلَ لِى إِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَعْتَكِفَ فَلْيَعْتَكِفْ ». فَاعْتَكَفَ النَّاسُ مَعَهُ
“Aku pernah melakukan iktikaf pada sepuluh hari Ramadan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qodar pada malam tersebut. Kemudian aku beriktikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qodar itu di sepuluh hari yang terakhir. Siapa saja yang ingin beriktikaf di antara kalian, maka beriktikaflah.” Lalu di antara para sahabat ada yang beriktikaf bersama beliau (HR. Bukhari no. 2018 dan Muslim no. 1167).

3. Berdoa

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qodar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul sallallahu alaihi wasallam, “Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–)” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadan 2025, Amalkan Bacaan Doa Lailatul Qadar Ini

4. Bersungguh-sungguh Ibadah

Dari Siti Aisyah radhiyallahu ‘anha:

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan (ibadahnya) di sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), hal yang tidak beliau lakukan pada (hari) lainnya(HR Muslim, Ibnu Majah, Khuzaimah dan Ahmad).

Bahkan Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk memburu,

تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ
“Carilah malam lailatul qodar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan” [ Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169 ].

5. Mengajak Keluarga untuk Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata “Rasulullah saw. ketika memasuki sepuluh terakhir Ramadan beliau menghidupkan malam itu, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR Muslim).

6. Minimal Salat Isya dan Subuh Berjamaah

Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu ‘Abbas disebutkan,

أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ
“Menghidupkan lailatul qodar bisa dengan melaksanakan salat isya berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan salat subuh secara berjamaah.”

Ibnul Musayyib menyatakan,

مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
“Siapa yang menghadiri salat berjamaah pada malam lailatul qodar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam lailatul qodar tersebut” (HR. Malik).

Dalam perkataan Imam Syafi’i yang qadim (yang lama),

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
“Siapa yang menghadiri salat isya dan salat subuh pada malam lailatul qodar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.”

Hal di atas sesuai keumuman hadis dari ‘Utsman bin ‘Affan, dari Rasulullah.

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
“Siapa yang menghadiri salat isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat isya dan subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).

(Tribungorontalo.com/Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved