Jumat, 6 Maret 2026

Penembakan Polisi di Way Kanan

Fakta Baru Penembakan Polisi di Way Kanan, Korban dan Pelaku Berteman, Konflik Dipicu Setoran?

Fakta ini semakin memperkuat dugaan adanya konflik internal yang dipicu oleh setoran dalam bisnis judi sabung ayam.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Fakta Baru Penembakan Polisi di Way Kanan, Korban dan Pelaku Berteman, Konflik Dipicu Setoran?
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
SENJATA DITEMUKAN- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar saat diwawancarai kompas.com, Kamis (20/3/2025). Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, di Palembang, Sumatera Selatan, mengatakan bahwa senjata laras panjang yang sempat dibuang pelaku penembakan tiga polisi di Way Kanan ditemukan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ada fakta baru kasus penembakan tiga anggota polisi di arena judi sabung ayam di Negara Batin, Way Kanan, Lampung

Salah satu temuan terbaru adalah hubungan pertemanan antara korban dan pelaku sebelum tragedi terjadi.

Fakta ini semakin memperkuat dugaan adanya konflik internal yang dipicu oleh setoran dalam bisnis judi sabung ayam.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, mengungkapkan bahwa Kapolsek Negara Batin, AKP (Anumerta) Lusiyanto, memiliki hubungan baik dengan Pembantu Letnan Satu (Peltu) Lubis, yang merupakan salah satu tersangka dalam kasus ini.

Baca juga: Perwira Polisi di Sumut Palak Kepala Sekolah hingga Miliaran Rupiah dengan Modus Minta Proyek

"Pejabat Polsek Negara Batin (Kapolsek Lusiyanto) dan Pejabat Pos Ramil Negara Batin (Peltu Lubis) memiliki hubungan baik," kata Kolonel Eko, seperti dikutip dari Kompas.

Menurut Kolonel Eko, Kapolsek Lusiyanto dan Peltu Lubis sama-sama mengetahui bahwa judi sabung ayam telah berlangsung di wilayah mereka selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Kegiatan ini disebut-sebut memiliki daya tarik tinggi karena nilai keuntungan yang menggiurkan.

"Judi sabung ayam memiliki daya tarik tinggi karena nilai profit yang menggiurkan. Info soal judi sabung ayam itu pasti sampai ke polsek dan tidak mungkin tidak ada profit yang diambil,” kata Eko.

Asisten Intelijen Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Yogi Muhamanto, juga menegaskan bahwa hubungan antara Kapolsek Lusiyanto dan Peltu Lubis sangat baik.

Baca juga: Harga Bahan Bakar Minyak, Jumat 21 Maret 2025 Resmi Turun, Harga ini Berlaku di Seluruh Indonesia

Ia mengungkapkan bahwa keduanya sering bertukar informasi terkait jadwal pelaksanaan sabung ayam di wilayah tersebut.

"Setiap ada jadwal gelanggang sabung ayam, Peltu Lubis selalu memberitahukan kepada Lusiyanto. Saat Peltu Lubis minta izin menyelenggarakan gelanggang sabung ayam, Lusiyanto menjawab silakan, yang penting harus aman. Kata aman yang dimaksud adalah setoran uang. Jadi, memang ada setoran uangnya,” ungkap Yogi, seperti dikutip dari Kompas.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, hubungan antara Kapolsek Lusiyanto dan Peltu Lubis dikabarkan memburuk.

Kapendam Sriwijaya, Kolonel Eko Syah Putra Siregar, mengatakan bahwa pihaknya sedang menginvestigasi apakah konflik yang berujung pada penembakan ini dipicu oleh permasalahan setoran judi.

"Info ini jadi bagian yang sedang diinvestigasi dan kita sedang menunggu hasil investigasi tersebut,” kata Eko.

Di sisi lain, beredar sebuah video di media sosial TikTok yang turut memperkuat dugaan bahwa insiden ini dipicu oleh masalah setoran.

Video dari akun @satr1a6_ yang diunggah pada Rabu (19/3/2025) menyebut bahwa Polsek Negara Batin diduga menerima setoran sebesar Rp 1 juta per hari dari arena judi sabung ayam, dengan tambahan uang bensin dan uang rokok sehingga totalnya mencapai Rp 2,5 juta per hari.

Namun, kemudian muncul tuntutan agar setoran ditingkatkan menjadi Rp 20 juta per hari.

Dalam video yang juga beredar di platform X (Twitter), disebutkan bahwa anggota TNI yang diduga mengelola arena judi sabung ayam tidak sanggup memenuhi permintaan setoran tersebut.

Akibatnya, Kapolsek Lusiyanto disebut mengancam akan menggerebek lokasi perjudian jika tuntutan itu tidak dipenuhi.

Baca juga: 2 TNI Tembak Polisi di Lampung Diduga Masalah Setoran, Kapolsek Lusiyanto dan Peltu Lubis Berteman

Kodam II/Sriwijaya menegaskan bahwa investigasi terhadap kasus ini tidak hanya akan menyasar dua anggota TNI yang diduga melakukan penembakan, tetapi juga akan mengungkap keterlibatan pihak lain, termasuk dari kepolisian.

"Kalau terbukti bersalah, dua anggota TNI yang diduga pelaku penembakan itu pasti akan mendapatkan hukuman setimpal. Tapi kami harap, pihak lain yang terlibat juga harus diusut dan diberikan hukuman tegas,” kata Kolonel Eko.

Pihak TNI menduga bahwa aparat kepolisian mengetahui dan terlibat dalam praktik perjudian ini, yang akhirnya menyebabkan tewasnya seorang Kapolsek dan dua anggota Polsek Negara Batin saat melakukan penggerebekan.

Investigasi pun masih berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved