Selasa, 17 Maret 2026

Berita Nasional

Sales Mobil di Aceh Utara Ditemukan Tewas Terbungkus Karung, Pelaku Diduga Anggota TNI AL

Jasad korban ditemukan dalam keadaan terbungkus karung, diduga menjadi korban pembunuhan.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sales Mobil di Aceh Utara Ditemukan Tewas Terbungkus Karung, Pelaku Diduga Anggota TNI AL
TribunSumsel
PRIA DIBUNUH TNI - (Kiri) Foto Hasfiani alias Imam (37), sales mobil yang mayatnya ditemukan dalam karung di Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, pada Senin (17/3/2025) pagi dan (Kanan) Tampang Kelasi Dua DI, prajurit TNI AL yang tembak mati sales mobil. Kini nasibnya sudah ditahan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang sales mobil bernama Hasfiani (37) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kawasan Gunung Salak, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Senin (17/3/2025).

Jasad korban ditemukan dalam keadaan terbungkus karung, diduga menjadi korban pembunuhan.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa pelaku utama dalam kasus ini adalah anggota TNI Angkatan Laut (AL) bernama Dede Irawan.

Kasus ini kini ditangani oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lhokseumawe.

Baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Penyebab Matris Lukum Divonis Bebas Kasus Korupsi Revitalisasi Benteng Otanaha

Beredar kabar bahwa pelaku tidak bertindak sendirian, melainkan dibantu oleh dua juniornya dalam aksi pembunuhan yang terjadi pada Jumat (14/3/2025) lalu.

Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) Andi Susanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan anggota lain.

“Mohon maaf, untuk perihal informasi tersebut sedang dalam proses penyidikan oleh Pomal Lhokseumawe,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).

Sementara itu, Komandan Polisi Militer TNI AL Lhokseumawe, Mayor Laut (MP) A. Napitupulu, mengungkapkan bahwa pelaku sudah ditahan di Markas Pomal Lhokseumawe.

“Jenazah korban ditemukan setelah kami mendapat informasi dari pelaku. Kami menjemput jenazahnya, melakukan visum di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, dan telah menyelesaikan proses fardu kifayah,” jelasnya.

Baca juga: Iin Sutopo Penjual Lampu Botol di Kota Gorontalo Harap Tumbilotohe 2025 Digelar Secara Tradisional

Berdasarkan hasil penyelidikan, motif pembunuhan diduga kuat karena pelaku ingin menguasai mobil yang dijual korban.

“Mobil itu kemudian terlihat keluar dari kompleks dan menuju arah Medan, Sumatera Utara. Suara letusan senjata yang didengar warga pada Jumat sore itu terkait dengan peristiwa yang sedang kami selidiki,” ungkap Napitupulu.

Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Kematian tragis Hasfiani meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.

Mujirurrahman, perwakilan keluarga korban, meminta dukungan dari masyarakat Aceh agar kasus ini diusut tuntas. 

“Saya minta seluruh rakyat Aceh kawal kasus ini. Kawan-kawan wartawan tolong bantu kami, keluarga, untuk mengawal kasus ini,” pintanya.

Ia juga berharap penyidik bekerja secara profesional dan tidak menghilangkan barang bukti yang dapat mengungkap fakta sebenarnya.

Baca juga: Waspada Zona Seismik! Gempa 3.2 Guncang Perairan Selatan Jawa, Kedalaman Hanya 10 Km

“Soal apakah ini pembunuhan berencana atau tidak, kami tidak tahu persis. Harap ini diperjelas,” tambahnya.

Sosok Hasfiani di Mata Keluarga dan Rekan

Semasa hidupnya, Hasfiani dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Selain bekerja sebagai sales mobil di Krueng Geukuh, ia juga merupakan seorang perawat di Puskesmas Babah Buloh untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. 

Hasfiani meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih berusia 12 tahun, 4 tahun, dan 6 bulan.

Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Aceh Utara, Bahrun Walidin, menyebut korban sebagai pribadi yang humoris dan religius.

“Dia itu humoris, dia juga qori. Setiap ada kegiatan, dia selalu menjadi pembaca Qur’an dan doa. Dia jago ngaji,” ucap Bahrun.

Baca juga: Matris Lukum Lolos Jerat Kasus Korupsi Benteng Otanaha Gorontalo, Hakim: Terbukti tapi bukan Pidana

Bahrun menegaskan bahwa pihaknya mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan.

“Kami merasakan luka mendalam. Kami minta Presiden Prabowo Subianto memberikan hukuman terberat untuk pelaku,” tandasnya.

Jenazah Hasfiani telah dimakamkan di TPU Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dengan diiringi tangis keluarga dan kerabatnya.

Kini, masyarakat menanti kejelasan hukum atas kasus ini, berharap keadilan benar-benar ditegakkan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved