Berita Gorontalo
Pegadaian Sebut Bakal Banyak yang Tebus Emas Gadai Jelang Lebaran Idul Fitri
Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Gorontalo, Hasan Jassin, menyebut bahwa fenomena ini terjadi setiap tahun, terutama di masa pra-lebaran hingga pasca
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEGADAIAN-SYARIAH-GORONTALO-Transaksi-gadai-jelang-lebaran-akan-meningkatkan-signifikan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menjelang Idulfitri, lonjakan transaksi di Pegadaian Syariah Gorontalo diperkirakan meningkat tajam.
Salah satu tren yang paling menonjol adalah banyaknya nasabah yang akan menebus emas yang sebelumnya mereka gadaikan.
Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Gorontalo, Hasan Jassin, menyebut bahwa fenomena ini terjadi setiap tahun, terutama di masa pra-lebaran hingga pasca-lebaran.
"Biasanya terjadi lonjakan transaksi di pegadaian baik menjelang lebaran maupun setelahnya," kata Hasan saat ditemui Tribun Gorontalo di ruang kerjanya, Rabu (19/3/2025).
"Ini sudah menjadi tradisi setiap tahun," tambahnya.
Menurutnya, mayoritas masyarakat akan datang ke pegadaian untuk menebus barang berharga mereka.
Barang yang paling banyak ditebus terutama emas perhiasan, yang akan dipakai saat merayakan lebaran bersama keluarga.
"Mereka ingin mengambil kembali barang yang sebelumnya mereka gadaikan, terutama perhiasan emas, untuk dipakai di hari raya," jelasnya.
Hasan juga mengungkapkan bahwa meskipun ada sebagian warga yang tetap menggadaikan barangnya, jumlah transaksi penebusan masih lebih tinggi dibandingkan transaksi gadai baru.
"Memang ada juga yang menggadai barangnya, tapi volume transaksi lebih besar pada nasabah yang menebus barang mereka," katanya.
Tahun ini, Hasan mencatat adanya peningkatan transaksi dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu faktor yang mendorong peningkatan ini adalah informasi bahwa Pegadaian kini telah menjadi bank emas.
Karena hal itu, kini semakin banyak masyarakat yang menggadaikan barang emasnya di Pegadaian.
"Tahun ini transaksinya lebih meningkat. Warga semakin antusias," bebernya.
Meski begitu, Hasan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan.
Kata dia, saat ini ada penipuan modus emas palsu yang kerap terjadi menjelang lebaran.
Menurutnya, ada oknum yang menawarkan emas palsu dengan harga murah untuk menarik minat masyarakat.
"Biasanya, mereka mendatangi warga dan menawarkan perhiasan dengan harga menggiurkan," ungkapnya.
Jika modus ini tidak berhasil, pelaku biasanya meminta warga untuk membeli emas tersebut lalu menggadaikannya di Pegadaian dengan iming-iming keuntungan tertentu.
"Setelah dicek di Pegadaian, ternyata emas tersebut palsu. Jika transaksi sudah terjadi, maka nasabah yang akan menanggung akibat hukumnya," pungkas Hasan.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati.
Masyarakat harus memastikan keaslian emas sebelum melakukan transaksi.
Juga diminta hanya bertransaksi di tempat resmi seperti Pegadaian guna menghindari penipuan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.