Longsor Tenda Gorontalo
Keluh Kesah Warga Tenda Gorontalo Pasca Tanah Longsor, Rumah Rusak hingga Kekurangan Bahan Pangan
Tanah longsor melanda belasan rumah warga di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kondisi-rumah-Kelurahan-Tenda.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Tanah longsor melanda belasan rumah warga di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Sejumlah warga masih sibuk membersihkan pasir yang masuk ke rumah mereka, pada Selasa (18/3/2025).
Saat ditemui TribunGorontalo.com, mereka mulai mengeluarkan keluh kesah.
Mei Dumbela, warga Tenda, mengatakan keluarganya kekurangan bahan pangan.
"Kalau bantuan seperti makanan, dan obat-obatan belum ada," ungkap Mei Dumbela, Selasa.
Kendatipun, dirinya merasa terbantu karena beberapa anggota TNI dan Polri turut membersihkan material longsor.
"Kalau bantuan tenaga itu ada dari pihak TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujarnya.
Namun, ia menyebut keluarganya juga sangat membutuhkan obat-obatan.
"Kami butuh obat-obatan apalagi masih musim hujan seperti ini," tuturnya.
Menurut Mei, mereka mengangkut material hingga pukul 22.00 Wita sejak Senin kemarin.
"Warga sini sampai jam 10 malam bekerja, itu pun belum selesai karena jumlah pasir terlalu banyak," jelasnya.
Surya Djafar warga Tenda, mengatakan rumahnya nyaris tertimbun pasir.
Berlinang air matanya mengenang kejadian Juni 2024.
"Dari orang tua saya ada sampai meninggal pun tidak ada bantuan dari pemerintah," bebernya.
Keluhan yang sama dilontarkan Jumria Rauf. Ia berharap bantuan segera dari pemerintah.
"Jangan hanya bagian sebelah yang diperhatikan, kami di bagian gunung juga tolong dilihat," jelasnya.
"Pemerintah hanya datang untuk foto rumah dan berkata, 'Kami masih rapatkan dulu'," ucap Jumria menirukan perkataan dari utusan OPD Kota Gorontalo yang datang menemui mereka kala itu.
Selain itu, warga terkendala kurangnya alat pengangkut pasir. Mereka saat ini hanya bisa bisa pinjam meminjam.
"Selalu pinjam di sini, kemudian dipinjam ke sana lagi, pengerjaan tidak selesai," ucapnya.
Meski pasir berhasil dibersihkan, dalam rumah masih becek.
Beberapa warga memilih mengungsi ke rumah keluarga mereka masing-masing. Sementara lainnya memilih bertahan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Aulia Akbar Abimanyu Jadi Tersangka Korupsi Revitalisasi Kawasan Kota Tua Gorontalo
Warga Talumolo diserang flu dan demam
Diberitakan sebelumnya, kondisi serupa juga dialami oleh masyarakat Talumolo, Kota Gorontalo.
Namun keluhan mereka diakibatkan dampak dari banjir bandang.
Diketahui setidaknya 1.000 rumah warga terdampak banjir pada Senin (17/3/2025).
Sejumlah warga Talumolo hingga kini berjibaku dengan material lumpur dan pasir yang masuk ke rumah mereka.
Banyak mengalami kerusakan dan kerugian perabotan di dalam rumah.
Mulai dari televisi, kulkas, tempat tidur, kasur, dap air, mesin cuci, tabung gas, kompor, dan beras.
Selain itu, beberapa warga dilanda penyakit flu dan demam.
Ismail Darise, warga Talumolo, mulai merasakan demam sejak Selasa (18/3/2025) pagi.
"Ini saya sekarang sudah mulai merasakan demam dan flu," ungkapnya.
Kendati demikian, ia terus membersihkan material lumpur yang mengendap di rumahnya.
"Hari ini kami masih terus membersihkan material lumpur," tambahnya.
Ia hanya bisa berharap bantuan obat-obatan dari pemerintah setempat.
Ada pula warga mengalami kerusakan alat masak. Sehingga mereka membutuhkan makanan siap saji untuk buka puasa dan sahur.
"Dapur kami juga rusak, kami juga membutuhkan makanan untuk buka puasa dan sahur," terangnya.
Rahman Thalib, mengatakan peralatan rumah tangga miliknya rusak akibat banjir seperti kulkas, kompor, hingga mesin cuci.
"Bahkan beras kami juga ikut hanyut," akunya.
Demikian halnya Rahman, masih sibuk membersihkan material pasir yang mengendap di dalam rumah.
"Pasirnya banyak, kami sampai sekarang masih terus melakukan pembersihan," ujarnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga/Faisal Husuna)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.