Senin, 9 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Fauzan Damolawan, Mahasiswa Berprestasi IAIN Gorontalo, Gemar Tilawa hingga Kaligrafi

Fauzan Damolawan (20), mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Fauzan Damolawan, Mahasiswa Berprestasi IAIN Gorontalo, Gemar Tilawa hingga Kaligrafi
Dok pribadi
MAHASISWA BERPRESTASI - Fauzan Damolawan, mahasiswa jurusan Bahasa Arab IAIN Sultan Amai Gorontalo. Fauzan telah menorehkan sejumlah prestasi keagaaman. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Fauzan Damolawan (20), mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Mahasiswa semester keempat itu menceritakan sejumlah prestasinya di bidang akademis.

Fauzan mengaku sering mengikuti berbagai lomba sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. 

"Alhamdulillah, untuk prestasi-prestasi yang saya raih itu sudah sejak saya masih duduk di SD, saya sudah sering mengikuti berbagai lomba," ucapnya saat ditemui, Senin (17/3/2025).

Adapun lomba-lomba ajang penghargaan yang pernah diikuti Fauzan adalah tilawa, pidato, puisi, kaligrafi, dan syarhil Quran. 
Fauzan mulai giat mengikuti lomba keagamaan sejak ia masuk Madrasah Tsanawiyah (MTS). 

"Sejak saya masuk MTS, saya sudah mulai lebih mendalami pengetahuan saya di bidang MTQ, salah satunya Tilawa dan Syarhil Quran," kata Fauzan.

Untuk bidang kaligrafi, puisi, dan pidato, Fauzan mengaku sudah mendalaminya sejak ia duduk di bangku Madrasah Aliyah.

"Motivasi saya dalam sekolah dan meraih prestasi itu adalah orang tua saya yang sudah wafat, dan kakak kandung saya," tuturnya.

Fauzan ditinggalkan orang tuanya sudah cukup lama. Ibunya meninggal pada saat ia masih kelas satu SMA. 

Setahun kemudian, ayahnya tutup usia.

Kehilangan kedua orang tua sempat membuat Fauzan kehilangan semangatnya.

Kendati demikian, Fauzan mengatakan bahwa dirinya selalu dikelilingi orang-orang baik dan perduli keadaannya.

Hal itu memicu tekadnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Tapi saya bersyukur, walaupun saya sudah yatim piatu, namun alhamdulillah saya selalu bertemu orang baik. Saat saya masuk perguruan tinggi, guru-guru saya di MAN 1 Kotamobagu selalu membantu saya sampai saya diterima," jelas Fauzan.

"Di situ saya sadar kalau saya tidak sendirian, masih banyak yang perduli sama saya," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved