Travel Anggota DPRD
Aleg Provinsi Gorontalo Owner Travel Umroh Bantah Rugikan Jemaah
Ia merasa dirugikan atas pengakuan salah satu jamaah umroh yang pernah menggunakan jasa perusahaan travelnya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/edrhsteh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Pohuwato-Boalemo, membantah pengakuan soal hutang tiket yang belum iya bayar kepada para jamaah umroh.
Ia merasa dirugikan atas pengakuan salah satu jamaah umroh yang pernah menggunakan jasa perusahaan travelnya.
"Informasi yang saat ini beredar tidak sesuai faktanya," tegasnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (18/3/2025).
Ia menjelaskan saat para jemaah akan bertolak dari Jeddah, Arab Saudi ke Jakarta, mereka ketinggalan pesawat.
Akibatnya, biaya akomodasi pesawat hangus karena kelalaian para jemaah.
"Saya rugi sekitar Rp 350 juta," ungkapnya.
Kendati begitu, ia tetap mengupayakan memulangkan jamaah menggunakan dana pribadinya.
Upaya memulangkan jamaah menggunakan dana pribadi adalah caranya bertanggungjawab sepenuhnya kepada jemaah, apalagi sebagian besar adalah lansia.
Akibat keterlambatan pesawat, saya harus menanggung lagi beban akomodasi tinggal serta makan minum para jemaah selama dua hari di Jeddah.
Masalah yang kini muncul adalah, ada jamaah yang menagih hutang kepadanya soal tiket pesawat dari Jakarta ke Gorontalo yang nilainya sebesar Rp 2,5 juta tiap jamaah.
Padahal uang tiket itu dimaksudkan agar sedikit mengurangi bebannya.
Pasalnya ia sudah rugi ratusan juta dan masih harus menanggung lagi biaya tambahan lain.
"Tiket dari Jakarta ke Gorontalo itu sebenernya masih tanggung jawab travel. Hanya saja karna kami sudah beli tiket baru jeddah jakarta, maka kami minta ke jamaah beli sendiri tiket jakarta gorontalob agar jamaah tidak menuggu lama lagi di jakarta mengakibatkan kerugian biaya hotel lagi," katanya.
Bahkan biaya tiket tersebut dianggap oleh travel sebagai pinjaman itu nantinya akan diganti jika ia punya kelebihan finansial demi jamaah tidak terbebani.
Namun, ia menilai seperti ada jamaah yang tidak tau mengerti.