Kultum Ramadan 2025
Kultum Ramadan: Memaknai Pertengahan Ramadan oleh Husain Hasbullah Mahasiswa IAIN Gorontalo
Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Husain Hasbullah, menyampaikan kultum Ramadan (Kurma) dengan tema "Makna Pertengahan Ramadan
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Husain Hasbullah, menyampaikan kultum Ramadan (Kurma) dengan tema "Makna Pertengahan Ramadan: Meningkatkan Empati dan Solidaritas".
Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.
Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.
Dalam tausiyahnya, Husain mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat Allah dan meningkatkan kepedulian sosial di bulan Ramadan.
"Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan, kekuatan, dan iman. Sebagaimana firman-Nya, 'Jika kalian mensyukuri nikmat-Ku, maka Aku akan menambahnya, tetapi jika kalian mengingkarinya, maka azab-Ku sangat pedih' (QS. Ibrahim: 7)," ujar Husain.
Ia juga mengajak jamaah untuk bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sosok yang telah membawa manusia keluar dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam.
Husain menekankan pentingnya empati dan solidaritas di bulan Ramadan.
Ia mengajak umat Rasulullah SAW untuk berbagi takjil, memberikan makanan berbuka, serta membantu mereka yang membutuhkan.
"Coba kita lihat di sekitar, betapa banyak orang yang peduli dengan saudaranya. Mereka berbagi takjil gratis, berbuka puasa bersama, dan saling membantu. Inilah momen bagi kita untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan," katanya.
Husain juga mengingatkan agar umat Islam tidak terpaku pada kesenjangan ekonomi.
"Jangan melihat orang yang memiliki kekayaan lebih tinggi, karena itu bisa melukai hati kita. Sebaliknya, lihatlah mereka yang berada di bawah kita, agar kita tetap bersyukur dengan apa yang kita miliki," tuturnya.
Selain empati dan solidaritas, Husain juga mengingatkan bahwa segala nikmat yang diberikan Allah adalah anugerah yang harus disyukuri.
"Jika Allah menguji kita dengan kehilangan kekayaan, atau bahkan menghilangkan salah satu indera kita, apa yang bisa kita lakukan? Maka, marilah kita bersyukur dan tidak mendustakan nikmat Allah," ujarnya, merujuk pada ayat dalam Surah Ar-Rahman: "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman: 13).
Husain menutup kultumnya dengan ajakan untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan sebaik-baiknya.
Ia mengingatkan bahwa pertengahan bulan ini adalah momen untuk mengevaluasi diri dan memperbanyak ibadah.
"Tingkatkan ibadah kita, perbanyak sedekah, dan manfaatkan Ramadan ini agar pahala kita berlimpah. Semoga Allah meridai segala amal ibadah kita. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," pungkasnya. (*)