Berita Nasional

USAID Hentikan Pendanaan, Sejumlah Program Vital di Indonesia Terancam

Badan bantuan yang didirikan oleh Presiden John F. Kennedy pada 1961 ini bertugas mengelola dana donor untuk berbagai negara, khususnya dalam pengemba

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto USAID Hentikan Pendanaan, Sejumlah Program Vital di Indonesia Terancam
Bisnis.com
KANTOR USAID: Bendera Amerika dan bendera USAID berkibar di luar gedung USAID di Washington, D.C., AS, 1 Februari 2025. / Bisnis.com. PEGAWAI DITARIK: Saat ini pasca terpilih, Donald Trump menarik seluruh pegawai USAID di luar negeri. 

Pemangkasan dana USAID berisiko menghambat layanan pengobatan bagi jutaan penderita HIV/AIDS di Indonesia.

2. Proyek Air Bersih dan Sanitasi Terhenti

Dalam upaya meningkatkan akses air bersih dan sanitasi di Indonesia, USAID meluncurkan Global Water Strategy Indonesia High Priority Country Plan pada Juli 2023, dengan komitmen lebih dari 50 juta dolar AS untuk menyediakan layanan air bersih bagi lebih dari satu juta warga hingga 2027.

Namun, penghentian dana ini bisa menggagalkan target tersebut.

Program lain yang turut terdampak adalah USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene Market (IUWASH Pasar) yang bernilai 10 juta dolar AS serta IUWASH Tangguh yang bertujuan menjangkau 1,5 juta penduduk dengan anggaran 44 juta dolar AS.

3. Reformasi Tata Kelola dan Transparansi Terancam

Sejak Maret 2022, USAID mendanai program Effective, Efficient, and Strong Governance (ERAT) dengan anggaran 38,5 juta dolar AS untuk meningkatkan kualitas layanan publik, transparansi, serta pemberantasan korupsi di tingkat pemerintahan daerah.

Dengan dihentikannya pendanaan, banyak pihak khawatir upaya perbaikan tata kelola di Indonesia akan mengalami kemunduran.

4. Respons dan Pemulihan Pascabencana

USAID telah menjadi mitra utama Indonesia dalam respons pascabencana sejak tsunami Samudra Hindia 2004.

Antara 2006 dan 2011, USAID mengalokasikan puluhan juta dolar melalui Tsunami Recovery and Reconstruction Fund, yang telah membantu lebih dari 580.000 orang di Aceh, termasuk pembangunan kembali jalan Banda Aceh-Calang sepanjang 146 kilometer. 

Dengan ketidakpastian pendanaan ke depan, Indonesia berisiko kehilangan salah satu sumber bantuan utama dalam menghadapi bencana alam.

Pembekuan Rekrutmen dan Penghapusan Program

Dampak dari pemotongan anggaran ini sudah mulai terasa. Pada 24 Januari 2025, USAID Indonesia mengumumkan pembatalan beberapa lowongan kerja, termasuk Infectious Disease Advisor, Project Management Specialist - Tuberculosis, dan Project Management Specialist - Urban Resilience Lead.

USAID menyebut bahwa posisi ini bisa dibuka kembali jika pendanaan memungkinkan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved