Tumbilotohe Gorontalo
Cerita Rahma Napu Pedagang Lampu Botol Tumbilotohe di Kota Gorontalo, Ingin Jualan Laris Tahun Ini
Rahma Napu (34) warga Limbau l, Kota Selatan, Kota Gorontalo merupakan seorang pedagang lampu botol setiap tahun.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rahma-Napu-Penjual-Lampo-Botol-di-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM- Rahma Napu (34) warga Limbau l, Kota Selatan, Kota Gorontalo merupakan seorang pedagang lampu botol setiap tahun.
Rahma membuka lapaknya di ujung JDS, Kota Gorontalo, ia berjualan mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA.
Saat ditemui TribunGorontalo.com, Jumat (14/3/2025) Rahma mengatakan bahwa lampu botol memiliki dua (2) harga yang berbeda.
Ada yang ia jual dengan harga Rp10 ribu untuk delapan botol dan Harga Rp 10 ribu untuk sepuluh botol.
"Kalau yang lampu botol pakai penutup dan yang segi empat itu berbeda harganya," ungkapnya di sela-sela ia menjual.
Rahma juga tidak hanya menjual lampu botol, ia juga menjual sumbu lampu dengan harga yang bervariasi.
Baca juga: Sukma Wanita Nonis Antusias Berburu Takjil di Kota Gorontalo: Saya sangat suka
Baca juga: Hikmah Ramadan: Merawat Kemabruran Puasa dari Al-Taib Menuju Al-Tawwab
"Jadi segi empat harganya Rp8 ribu satu lusin, kalau yang model penutup Rp12 ribu satu lusin," jelasnya.
Rahma menuturkan untuk pendapatan sejauh ini masih stabil, dan hari ini katanya ia mendapatkan uang Rp100 ribu.
"Kalau tahun kemarin itu peminat lampu botol menurun karena banyak yang pakai lampu led," jelasnya.
Awal Rahma menjual lampu botol ini sejak tahun 2020
Di luar kesibukannya di bulan Ramadan, ia mempunya kantin sederhana di rumahnya.
"Kalau di luar Ramadan, usaha saya berjualan mie goreng, nasi kuning dan pisang goreng," bebernya.
Rahma menyebut untuk mempersiapkan lampu botol dirinya butuh waktu satu bulan. Sebab, masih harus mengumpulkan botol dengan sebanyak mungkin.
"Kami masih kumpul botolnya lalu kami rakit, jadi kami hanya beli sumbunya," terangnya.
Katanya, jika tak laku, lampu botol itu akan ia simpan kemudian dijual kembali.
"Iya kami simpan lagi lampu botolnya, kami bongkar lagi sumbunya kemudian kami isi di karung," kata Rahma.
Namun untuk saat ini tantangan yang dihadapi Rahma adalah cuaca penghujan.
"Jadi tantangannya itu kalau hujan pasti kurang pembeli," bebernya.
Dengan berjualan di bahu jalan, Rahma harus memenuhi kebutuhan keluarga dan tiga orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Pencairan Tunjangan Profesi Guru Madrasah, Simak Persyaratan hingga Besarannya
Baca juga: Modal Nikah Belum Terkumpul dan Ingin Segera Menikahi Pujaan Hati, Pria ini Nekat Jual Narkoba
"Untuk anak-anak saya cari uang pak, anak saya yang pertama itu sudah SMA, yang satu SMP dan satunya baru umur tiga tahun," terangnya.
Rahma mengaku pembeli akan memuncak saat 10 hari sebelum leberan, banyak warga yang akan membeli lampu botol miliknya.
"Biasanya sudah dekat-dekat lebaran itu baru banyak pembeli," jelasnya.
Ia berharap agar lampu botol yang dijual laku di tahun ini.
"Semoga dengan adanya festival tumbilotohe ini insyaallah dagangan kami laku terjual," harapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.