Senin, 9 Maret 2026

TPA Talumelito

FOTO Suasana Tempat Pembuangan Akhir Talumelito Gorontalo

Foto suasana Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto FOTO Suasana Tempat Pembuangan Akhir Talumelito Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/JEFRY POTABUGA
TPA TALUMELITO -- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Foto suasana Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Landfil ini sudah direncanakan bisa menampung sampah dari tiga wilayah di Gorontalo hingga 5-6 tahun.

Kendati demikian, baru kurang lebih sekitar empat tahun penampungan sampah penuh.

Meskipun dirancang dengan volume 19.430 meter per kubik, tetapi ratusan ton sampah yang masuk tak bisa lagi terbendung.

Dalam delapan bulan terakhir, TPA Talumelito telah mencapai total lapisan sampah setinggi 12 meter, dengan perkiraan satu lapis setinggi 1,5 meter.

Apalagi TPA ini dihadapkan dengan tantangan pemilihan sampah yang hingga kini belum maksimal.

Sebab, menurutnya sampah yang masuk ke TPA sudah dipilih dan harusnya sampah residu.

Sejauh ini tantangan paling umum dihadapi untuk pengelolaan sampah di TPA ini adalah cuaca.

TPA di Talumelito menggunakan sistem sanitary lendfil yang artinya sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

Apalagi saat ini TPA menghadapi masalah anggaran yang sangat minim.

Saat ini alat yang bekerja di TPA sisa eksavator satu, bulldozer satu dan dump truk dua unit.

Kerusakan alat berat ini sudah terjadi pada tahun 2022 lalu disusul lagi tahun 2024.

Maka dengan kerusakan alat ini pemadatan sampah tidak lagi maksimal, s

Berikut Foto-foto sampah di TPA Talumelito, Kabupaten Gorontalo:

TPA TALUMELITO -- 9999999
TPA TALUMELITO -- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito 88888
TPA TALUMELITO -- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito 99999888
TPA TALUMELITO -- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito Gorontalo, as9999
TPA TALUMELITO -- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas
TPA TALUMELITO, GORONTALO--Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas.Hal itu disampaikan Pengawas Landfill, Hidayat Lanti saat ditemui wartawan Tribun Gorontalo, Senin (11/3/2025).
TPA TALUMELITO, GORONTALO--Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas.Hal itu disampaikan Pengawas Landfill, Hidayat Lanti saat ditemui wartawan Tribun Gorontalo, Senin (11/3/2025). (FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com)

TPA Talumelito Melebihi Kapasitas Kini Sudah Penuh 

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melebihi kapasitas.

"Kondisi lendfil saat ini sudah melebih kapasitas, yang tadinya direncanakan 5-6 tahun, sekarang baru kurang lebih 4 tahun sudah full," ungkap Pengawas Landfill, Hidayat Lanti saat ditemui wartawan Tribun Gorontalo, Senin (11/3/2025).

Katanya, TPA ini dihadapkan dengan tantangan pemilihan sampah yang hingga kini belum maksimal.

Sebab, menurutnya sampah yang masuk ke TPA sudah dipilih dan harusnya sampah residu.

"Ada pemilihan tapi itu tidak maksimal, seharunya sampah yang masuk ke TPA sudah terpilih dari sumber," bebernya.

Selain itu, beberapa daur ulang sampah di TPA itu juga terus dilakukan seperti sampah organik menjadi pupuk kompos dan kemudian sampah air dan gas juga diolah.

"Jadi kami ada bak, itu namanya lindi untuk ditampung dulu lalu disterilkan kemudian dilepas. Kalau gas itu itu pakai sistem pembakaran," terangnya.

Namun ironisnya pipa untuk gas metan ini telah dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kendala kami di lapangan pipa gas metan ini dicuri oleh masyarakat," bebernya.

Sementara itu, Hidayat menyebutkan terkait dengan sanitasi di lingkungan TPA dalam kondisi baik-baik saja.

Ia memastikan untuk berupaya agar air limbah tidak mencemari air tanah yang memungkinkan sampai ke pemukiman warga.

"Alhamdulillah untuk saat ini masih aman-aman saja. Kami berusaha air limbah tidak mencemari air tanah," jelasnya.

Katanya, sejauh ini tantangan paling umum dihadapi untuk pengelolaan sampah di TPA ini adalah cuaca.

TPA di Talumelito menggunakan sistem sanitary lendfil yang artinya sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

"Tapi sistem itu tidak bisa kita lakukan karena faktor cuaca karena sistem ini sampah baru dibuang hari ini maka harus kita padatkan di hari yang sama juga," katanya.

Apalagi saat ini TPA menghadapi masalah anggaran yang dangat minim.

"Apalagi anggaran saat ini sangat minim," tuturnya.

Hingga saat ini alat yang bekerja di TPA sisa eksavator satu, bulldozer satu dan dump truk dua unit.

"Kalau yang rusak itu eksavator satu, bulldozer dua dan dump truk satu," tukasnya.

Kerusakan alat berat ini sudah terjadi pada tahun 2022 lalu disusul lagi tahun 2024.

Maka dengan kerusakan alat ini pemadatan sampah tidak lagi maksimal, sehingga ini perlu atensi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Dari pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, bahwa saat ini hanya terdapat bulldozer yang bekerja. 

Terlihat juga ada sejumlah masyarakat yang memilih dan memilah sampah untuk mereka jual kembali.

Saat Tribun masuk di bagian pusat sampah tercium bau menyengat dan tidak sedap. 

Apalagi tanah itu sudah rata, beberapa sampah juga masih terlihat di bagian atas dan belum dialkukan perlakuan.(*/Jefri)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved