Jumat, 13 Maret 2026

Berita Viral

Siapa Angga Kusnan, Bos Hibisc Fantasy Tempat Wisata Diduga Biang Kerok Banjir

Angga Kusnan belakangan menjadi pembicaraan hangat usai dirinya ditegur oleh Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Siapa Angga Kusnan, Bos Hibisc Fantasy Tempat Wisata Diduga Biang Kerok Banjir
Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
BOS HILBISC FANTASY DISEMPROT DEDI MULYADI - Tangkap layar Dedi Mulyadi sempot Angga Kusnan, bos tempat wisata di Puncak, Bogor, Hibisc Fantasy tempat yang jadi biang kerok banjir, pada Kamis (6/3/2024). Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny 

"Kami sudah melakukan rekomendasi yang diberi Pemkab Bogor dengan tidak menggunakan gedung tersebut. Akhirnya kita menyegel gedung yang tidak terpakai, terutama bianglala," kata Angga Kusnan.

"Ente nu ngabangun ente nu nyegel ? ente nu ngabangun awal, nyaho salah, ditegor jadi ku ente dipoliceline deui ?" timpal Wakil Bupati Bogor Jaro Ade.

"Kenapa gak bongkar sendiri ?" tanya Dedi Mulyadi.

Meski sudah salah namun dua bos Hibisc Fantasy Puncak ini benar-benar ngeyel.

"Kemarin peringatannya masih suruh benahin site plantnya. Diminta revisi site plant," katanya.

Dedi Mulyadi pun menilai bahwa di belakang PT Jaswita Lestari Jaya ini terdapat bos-bos pemilik modal.

"Yang punya duitnya siapa ? Jaswita gak mungkin punya duit," kata Dedi Mulyadi.

"Ada investor," aku Angga Kusnan.

Dedi Mulyadi secara tegas mengatakan bahwa BUMD Pemprov Jabar hanya dijadikan sebagai boneka dari pemilik modal agar tak tersentuh aturan.

"Jaswita hanya dipakai cover saja untuk mendapat izin agar mudah tidak ada yang melakukan penindakan. Anda itu jadi boneka," tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur PT JLJ, Angga Kusnan, menegaskan bahwa pihaknya memiliki kerja sama operasi (KSO) dengan PTPN atas lahan seluas 21 hektare, yang diperuntukkan sebagai area rekreasi. 

Dari total lahan tersebut, hanya sekitar 4.138,95 meter persegi yang digunakan untuk bangunan wahana permainan.

"Adapun 15.000 meter persegi yang dimaksud bukan semuanya untuk bangunan wahana. Lahan tersebut juga mencakup area parkir, ruang terbuka hijau (RTH), lapangan, kebun, dan pohon-pohon," kata Angga saat dikonfirmasi pada Kamis (6/3/2025).

Menurutnya, terjadi kesalahpahaman di masyarakat yang menganggap luas bangunan utama Hibisc Fantasy mencapai 15.000 meter persegi hanya untuk wahana.

Faktanya, area yang didedikasikan untuk wahana permainan jauh lebih kecil dibandingkan dengan RTH, yang lebih mendominasi kawasan tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved