Pengemis Kaya
Seorang Pengemis Penghasilan Bulanan Rp 6 Juta, Dapat Juga Bantuan Sosial
Perempuan berusia 40 tahun itu memiliki 5 anak. Ketika anak-anaknya masih kecil, WN selalu membawa serta mereka saat mengemis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengemis-WN-bersama-anaknya-9989990.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Seorang pengemis yang berpenghasilan Rp 6 juta per bulan diamakan dinas sosial.
Seorang ibu berinisial WN mengemis dan membawa anaknya yang masih berusia 2,5 tahun
WN warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur, diamankan Dinsos P3A Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (8/3/2025).
Ia kedapatan mengemis di perempatan pabrik es Ponorogo.
Adapun tujuan WN membawa anaknya yang masih balita untuk mengetuk rasa kasihan warga yang melintas.
Ternyata modus ini sudah lama dilakukan WN.
Perempuan berusia 40 tahun itu memiliki 5 anak. Ketika anak-anaknya masih kecil, WN selalu membawa serta mereka saat mengemis.
Demikian disampaikan Kepala Dinsos P2A Ponorogo, Supriyadi, melansir TribunJatim.com.
"Anaknya itu 5 ya. Jadi semua anaknya itu waktu kecil selalu dibawa untuk mengemis," ujarnya, Minggu (9/3/2025).
Kepada petugas, WN mengaku anak pertamanya kini sudah duduk di bangku SMA.
"Setiap ngemis selalu membawa anaknya. Yang besar sekarang SMA, dulu juga diajak ngemis," ungkapnya.
Yang membuat tercengang yakni pendapatan WN dari mengemis.
Dalam sebulan, ia bisa meraup penghasilan hingga Rp6 juta.
Penghasilan WN ini bahkan melebihi gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan IV.
"Satu hari ya kalau sekarang penghasilannya ada Rp200 ribu. Dikalikan berarti Rp6 juta. Kan berarti gaji PNS saja kalah," kata Supriyadi sambil terkekeh.
WN mengemis di dekat pabrik es Ponorogo mulai pukul 10.00 WIB.
Ia diamankan petugas sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, WN sudah mendapat uang sejumlah Rp160 ribu.
Fakta lain, WN ternyata terdata sebagai penerima manfaat atau bantuan dari pemerintah.
Anaknya juga mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan sosial (bansos) lain.
Bahkan, suami WN juga menjadi pengemis, lantaran tergiur banyaknya penghasilan yang diperoleh.
"Yang mengemis bukan hanya WN, suaminya juga. Pernah kami tertibkan juga."
"Tetapi kalau ditanya apa mau mengemis lagi, jawabannya iya, karena penghasilannya banyak," ucap Supriyadi, dikutip dari Surya.co.id.
WN mengaku tak hanya mengemis di Ponorogo, tetapi juga daerah lain.
"Berpindah tempat begitu, kalau di Ponorogo ketat ia pindah kota lain," tandasnya.
Pengemis Lebih Kaya Dari PNS
Pengemis asal Kabupaten Madiun itu mendapat penghasilan rata-rata yang kalau dihitung mengalahkan gaji PNS golongan IV.
Juga terungkap bahwa WN selalu 'berdinas' dengan menaiki sepeda motor dari rumahnya. Juga ketika diamankan petugas, WN malah mengeluarkan handphone (HP) untuk menghubungi suaminya.
“Sehari bisa dapat Rp 200.000 lebih, kalikan saja 30 hari. Bisa Rp 6 juta sebulan, mengalahkan gaji PNS,” seloroh Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi.
Supriyadi menjelaskan, beberapa hari memang banyak aduan masyarakat bahwa ada sejumlah pengemis bermunculan di perempatan Bumi Reog. Dari aduan itu, Dinsos P3A Ponorogo melakukan penertiban.
“Kita melakukan penertiban yang kita amankan pengemis di perempatan pabrik es. Pengemis itu ibu-ibu bawa anak 2,5 tahun,” tuturnya.
Saat dilakukan penangkapan pukul 13.00 WIB, dan diketahui cuaca di Kabupaten Ponorogo sedang panas-panasnya.
“Pengakuannya, ia mengemis di dekat pabrik es mulai pukul 10.00 WIB dan kita tertibkan sekitar pukul 13.00 WIB. Saat dihitung penghasilannya Rp 160.000. Setelah didalami dapatnya sehari bisa Rp 200.000 lebih,” katanya.
Menurutnya WN melakoni pekerjaan sebagai pengemis selalu membawa anaknya. Hal itu dilakoni warga Kabupaten Madiun itu untuk menarik simpati.
“Orang kita kalau disentuh sedikit merasa kasihan. WN merasa nyaman dengan mengemis,” tambah Supriyadi.
Yang juga mengejutkan, WN terdata sebagai penerima manfaat atau bantuan dari pemerintah. Anaknya juga mendapatkan bantuan PIP dan bansos yang lain. Tetapi memilih mengemis karena malas berusaha.
“Yang mengemis bukan hanya WN, suaminya juga. Pernah kami tertibkan juga. Tetapi kalau ditanya apa mau mengemis lagi, jawabannya iya, karena penghasilannya banyak,” urainya.
WN mengaku bahwa daerah operasinya tidak hanya di Ponorogo. “Berpindah tempat begitu, kalau di Ponorogo ketat ia pindah kota lain,” ucapnya,
Supriyadi menjelaskan bahwa WN sudah dibina dan dikembalikan ke keluarganya. Lagi-lagi petugas dibuat tercengang lagi karena WN dijemput oleh suaminya yang datang dengan naik sepeda motor.
“WN berangkat ke Ponorogo menggunakan sepeda motor, suaminya juga. Anaknya yang besar juga menggunakan sepeda motor,” jelasnya.
Karena itu ia menyarankan kepada masyarakat agar melakukan treatment kepada pengemis. Dengan tidak memberikan uang saat bertemu mereka.
“Treatmentnya ya bagaimana orang di jalan tidak usah dikasihani. Kasihan lagi kalau kita tetap diberi, pengemis membawa anak dibiarkan duduk lalu lari-lari dan tertabrak. Sebaiknya tidak usah diberi, nanti kan akhirnya tidak mengemis. Uangnya diberikan saja lembaga resmi misal panti asuhan,” pungkasnya. ****
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Pengemis di Ponorogo Ini Lebih Kaya Dari PNS, Setiap 'Berdinas' Ajak Balita 2,5 Tahun dan Bawa HP
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok WN, Pengemis Berpenghasilan Rp6 Juta per Bulan, Penerima Bantuan dari Pemerintah
| Sepeda Disita, Luthfi Haryono si Pengemis Kaya Gorontalo Tetap Beraksi Jalan Kaki |
|
|---|
| Lutfi Haryono Si Pengemis Kaya di Gorontalo Bakal Dipidana jika Kembali Turun ke Jalan |
|
|---|
| Lutfi Pengemis Viral Gorontalo Kantongi Uang Rp 5,7 Juta saat Diciduk Satpol PP |
|
|---|
| Detik-detik Lutfi Haryono, Pengemis Kaya di Gorontalo Tertangkap Basah oleh Satpol PP di Taman Moodu |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pengemis Kaya Gorontalo Lutfi Haryono Diciduk Satpol PP, Uang Ngemis Dibongkar |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.