Berita Pemprov Gorontalo
Pemerintah Gorontalo Bakal Rutin Pantau Harga Gula Jelang Lebaran 2025 Karena Rawan Inflasi
Harga gula di Gorontalo saat ini telah melampaui harga gula secara nasional yakni Rp20 ribu sehingga itulah yang menjadi pemicu inflasi
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/try57u677j.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Gorontalo melakukan pemantauan secara rutin bagi harga sembako menjelang Lebaran 2025.
Sembako yang dipantau terkhusus pada harga gula sebab bisa menaikkan inflasi di Provinsi Gorontalo.
Harga gula di Gorontalo saat ini telah melampaui harga gula secara nasional yakni Rp20 ribu
"Harga nasional naik antara Rp 18-19 ribu, sementara Gorontalo Rp 20 ribu, lebih sedikit dari harga nasional," ungkap Sofian Ibrahim, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo kepada TribunGorontalo.com usai rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi, Senin (10/3/2025).
Baca juga: Hikmah Puasa ke-10: Merawat Kemabruran Puasa, Rahasia Pengabulan Doa
Meskipun harga gula rawan menyebabkan inflasi karena sudah melebihi dari harga nasional, namun kata Sofian kondisi inflasi di Gorontalo secara umum masih aman.
Angka inflasi dari month to month dan year to year, masih sama dengan koordinasi minggu sebelumnya.
"Justru yang berubah itu indeks perkembangan harga (IPH)," ujarnya.
Untuk menstabilkan sejumlah komoditas yang rawan terjadi perubahan harga, pihaknya rutin melakukan pemantauan di lapangan.
Sebagai contoh harga cabai sebelumnya naik drastis hingga Rp 130 ribu, kini sudah mulai turun Rp 60 ribu, bahkan ada Rp 50 ribu.
"Cabai rawit yang kita khawatirkan akan mengganggu inflasi, alhamdulillah sudah turun," jelasnya.
Hanya saja pemerintah harus bekerja lebih ekstra lagi untuk menjaga harga gula tidak mempengaruhi inflasi.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Nilai Zakat Se-Gorontalo hingga Daftar Vonis 5 Terdakwa Kasus GOR David Tonny
Sementara itu, Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo meminta agar Bulog dapat melakukan pemantauan dan pengawasan pengukuran air jagung yang kerap merugikan petani.
Kejadian di lapangan, kadar air yang sudah diukur petani sering kali tidak sama dan lebih tinggi setelah dilakukan pengukuran di gudang pengumpul jagung.
“Menurut petani sudah diukur kadar air 14 persen, tapi ketika dibawa ke gudang, kadar airnya lebih tinggi sehingga harganya juga jatuh. Saya minta ada petugas lapangan Bulog dan Dinas Pertanian di gudang pengumpul jagung untuk mengawasi pengukuran kadar air,” pungkasnya.
Provinsi Gorontalo Inflasi 0,10 persen, Pemprov Imbau Masyarakat Tidak Perlu Khawatir
Provinsi Gorontalo mengalami inflasi positif 0,10 persen secara month to month atau bulan ke bulan dengan kelompok pengeluaran terbesar makanan, minuman, dan tembakau 1,25 persen atau andil inflasi 0,46 persen.
Komoditas penyumbang inflasi adalah tomat dengan angka 0,37 persen.
Baca juga: Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn Besok Selasa 11 Maret 2025: Cinta hingga Keuangan
Meski demikian, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir karena angka tersebut masih terbilang aman.
Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengambil langkah menjaga kestabilan harga dengan merencanakan operasi pasar.
“Jadi sebenarnya posisi ini masih cukup aman untuk Gorontalo terkait dengan ekonomi kita. Kita bisa memaklumi terjadinya sedikit inflasi, karena saat ini bulan Ramadhan, dan sebentar lagi kita akan menyambut Idul Fitri. Pola konsumsi masyarakat juga cukup bervariasi dan membutuhkan banyak support terkait dengan bahan pangan,” ungkap Kepala BAPPPEDA Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual, di Ruang Oval, Gubernuran Gorontalo, Selasa (4/3/2025).
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif mengatakan, dari Januari ke Februari rata-rata mengalami kenaikan harga dengan tingkat kenaikan harga 0,1 persen.
Komoditas beras, cabai rawit, komoditas beberapa ikan juga memicu kenaikan harga di Februari.
Meski demikian, secara nasional Gorontalo mengalami deflasi -0,29 secara yoy.
Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Selesaikan Adat Mopotilolo di 19 Kecamatan Selama Ramadan 2025
“Jadi melihat penyataan Pak Mendagri, memang kita inflasi bulanan, kemudian tahunannya deflasi. Tapi deflasi ini bukan karena penurunan daya beli, tetapi dikarenakan stok tersedia, kemudian harga memang sedang mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Mukhanif.
Angka inflasi ini menempatkan Provinsi Gorontalo pada urutan ketiga secara nasional setelah Sulawsesi Tenggara pada angka 0,36 persen.
Komoditas lainnya penyumbang inflasi antara lain angkung 0,07 persen, emas perhiasan 0,07 persen, ikan cakalang/ikan sisik 0,04 persen, ikan layang/ikan benggol 0,04 persen.
Secara nasional, berdasarkan survei harga komoditas (SHK), tiga komoditas perlu menjadi perhatian utama yakni bawang putih, minyak goreng dan gula pasir.
Turut hadir pada rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Sekdaprov Sofian Ibrahim, Kepala BPS Provinsi Gorontalo serta pimpinan OPD lainnya. Rakor dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual.
(*/Jian)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.