Banjir di Bone Bolango
Waspada Banjir Susulan, Warga Tanah Putih Gorontalo Bangun Tanggul Darurat Depan Rumah
Masyarakat Desa Tanah Putih, Kecamatan Botupingge, Bone Bolango, Gorontalo, membangun tanggul darurat di depan rumah mereka.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Warga-desa-Tanah-Putih-Gorontalo-mendirikan-tanggul-darurat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Masyarakat Desa Tanah Putih, Kecamatan Botupingge, Bone Bolango, Gorontalo, membangun tanggul darurat di depan rumah mereka.
Langkah ini dilakukan untuk menahan genangan air hujan.
"Kalau tidak buat begini, nanti banjir masuk ke dalam rumah kami. Setiap kali hujan, air selalu datang, jadi ini cara kami untuk antisipasi," kata Fadlun Manan, warga Tanah Putih saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu (9/3/2025).
Tanggul darurat ini terbuat dari pasir yang dimasukkan ke dalam karung bekas, kemudian disusun rapi.
Tak hanya itu, sepanjang jalan desa juga dipagari dengan benda serupa.
"Supaya air mengalir mengikuti arah jalan. Kalau tidak begini, rumah-rumah di desa ini pasti jadi korban banjir lagi," jelas Fadlun.
Fadlun lantas menunjukkan rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.
Rumah itu nyaris tenggelam air hujan yang mengalir dari dataran tinggi.
Kini semua penghuni sudah meninggalkan rumah tersebut.
"Banjir ini datang dari gunung, membawa pasir yang semakin menutup saluran air. Akibatnya, saat hujan deras, air menyebar ke jalan dan menghantam rumah-rumah warga," terangnya.
Menurut Fadlun, kondisi ini sudah terjadi sejak Juli 2024.
Setiap hujan deras, warga Tanah Putih dilanda kekhawatiran akan terjadi banjir.
Pada Sabtu (8/3/2025) malam, warga terjaga demi menghalau air masuk ke rumah mereka.
"Kami tidak bisa tidur nyenyak. Begitu hujan turun, kami langsung waspada dan bersiap-siap," tambahnya.
Hingga saat ini, kata Fadlun, belum ada bantuan dari pemerintah daerah.
Bukan sekadar bantuan logistik, mereka butuh solusi jangka panjang seperti perbaikan saluran air maupun pembangunan infrastruktur.
"Kami hanya ingin ada tindakan nyata agar air tidak lagi masuk ke dalam rumah kami. Kalau tidak segera ditangani, kami akan terus hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun," tutupnya.
Baca juga: Hasan Basri sang Tahanan Kabur dari Pengadilan Negeri Palu, Temui Istri yang Ingin Menceraikannya
Masyarakat mulai bersih-bersih
Sebelumnya, masyarakat korban banjir di sejumlah desa di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mulai bersih-bersih rumah mereka, Minggu (9/3/2025).
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bone Bolango menyebabkan banjir di pada Sabtu (8/3/2025) sore.
Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, menjelaskan saat ini genangan air telah surut sepenuhnya.
"Sekarang posisinya warga sudah mulai bersih-bersih dan air sudah surut," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu.
Achril mengatakan curah hujan tinggi pada Sabtu pukul 17.10 Wita itu menyebabkan luapan air dari pegunungan ke permukiman warga.
Saluran air, kata Achril, tidak mampu menampung debit air yang besar.
Sehingga beberapa desa di Kecamatan Suwawa Tengah, Suwawa, dan Botupingge terendam banjir.
Achril menjelaskan banjir berdampak pada 48 rumah di tiga kecamatan, dengan total 148 jiwa.
17 KK (49 jiwa) berasal dari Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah.
Sementara korban banjir di Kecamatan Botupingge, Desa Tanah Putih sebanyak 31 KK (99 jiwa), termasuk 19 rumah terendam banjir.
"Selain itu lahan pertanian warga di Desa Luwohu dan area permukiman di Timbuolo Timur juga terkena dampak," terangnya.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bone Bolango, TNI/Polri, PMI, Tagana, serta warga setempat langsung bergerak melakukan pendataan dan upaya penanganan.
"Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait serta pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan kebutuhan warga, terutama alat berat dan alat kebersihan, dapat segera terpenuhi," tambah Achril.
Setelah kondisi kembali normal, beberapa warga bersama tim relawan fokus membersihkan lumpur.
"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi di wilayah Bone Bolango," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.