Berita Viral
Belasan Warga Alami Gejala Keracunan Pasca Santap Catering Pesta
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tomohon, dr. Jhon Lumopa, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melakukan investigasi begitu menerima laporan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DUGAAN-KERACUNAN-Postingan-viral-soal-warga-alami.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sejumlah warga Sulawesi Utara mengeluhkan gejala keracunan usai menghadiri resepsi pernikahan di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 5 Maret 2025. Beberapa jam setelah acara berlangsung.
Banyak tamu mulai merasakan gejala tidak biasa, termasuk panas dingin dan sesak napas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tomohon, dr. Jhon Lumopa, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melakukan investigasi begitu menerima laporan.
Baca juga: Truk Bermuatan Rumput Laut Terbalik di Tanjakan Tanawangko Sulut, Lalu Lintas Macet
Berdasarkan data sementara, acara pernikahan tersebut dihadiri sekitar 500 undangan.
Hidangan yang disajikan terdiri dari capcay, bihun goreng, asam manis, dan salad.
Hingga saat ini, sebanyak 15 orang masih menjalani perawatan di RS Gunung Maria, dengan delapan pasien dalam observasi intensif.
Selain itu, satu pasien dirawat di RSUD Anugerah dan satu lainnya telah menjalani rawat jalan.
Pihak Dinkes juga tengah mengumpulkan data dari rumah sakit lain yang kemungkinan menerima pasien dengan gejala serupa.
Penyelidikan mengarah pada katering yang digunakan dalam acara tersebut.
Baca juga: Tekini! Gempa Bumi Pesisir Jawa Barat Sabtu Siang 8 Maret 2025, Info BMKG Magnitudo
Diketahui, makanan berasal dari tiga vendor berbeda, satu dari Manado dan dua lainnya dari Tomohon.
Berdasarkan keterangan pasien, beberapa korban mengonsumsi makanan dari vendor asal Manado, yang kini menjadi fokus investigasi.
Dinkes Tomohon telah berkoordinasi dengan Dinkes Manado untuk menyelidiki lebih lanjut terkait katering tersebut.
"Kami telah mengambil langkah investigasi, termasuk pengujian sampel makanan dari vendor yang diduga terlibat," jelas dr. Jhon Lumopa, Sabtu (8/3/2025).
Dinkes Tomohon memastikan bahwa tim kesehatan terus memantau perkembangan kasus dan memastikan para pasien mendapatkan perawatan yang optimal.
Masyarakat yang mengalami gejala serupa juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan cepat.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara acara dan penyedia jasa katering untuk lebih memperhatikan standar kebersihan serta keamanan pangan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kejadian Serupa
Sebanyak 160 orang mengalami keracunan usai memakan siomai di Sleman DI Yogyakarta.
Melansir Tribunnnews.com, insiden keracunan massal ini terjadi pada Sabtu (8/2/2025).
Lokasi pertama diketahui berada di Dusun Krasakan, Kelurahan Lumbungrejo, Tempel.
37 warga keracunan setelah menyantap makanan di hajatan pernikahan.
Mereka semua memakan siomay.
Mengutip TribunJogja.com, ternyata Siomai yang dikonsumsi di dua tempat tersebut berasal dari tempat yang sama.
Kapolresta Sleman, Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo menuturkan, sudah ada delapan saksi yang diperiksa.
"Kami sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi, periksa penyelenggara hajatan dan penyedia makanan. Perkara ini ditangani Satreskrim. Yang diperiksa sudah 8 orang," kata Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, Senin (10/2/2025).
Diketahui, keracunan massal yang terjadi di Tempel, Sleman terjadi pada Sabtu (8/2/2025).
Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana menuturkan, sebagian makanan dibagikan ke warga setempat pada siang hari.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.