Banjir Talumolo Gorontalo
Warga Talumolo Korban Banjir Nantikan Kedatangan Wali Kota Gorontalo: Kami Mau Mengeluh
Sejumlah warga Kelurahan Talumolo menantikan kedatangan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hawaria-Pakaya.jpg)
Bencana yang datang tiba-tiba itu tak memberikan kesempatan bagi warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga.
Sehingga seluruh perabotan dan stok makanan pun rusak karena diterjang banjir.
Banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kota Gorontalo pada Selasa (4/3/2025) sejak siang hari.
Hujan yang berdurasi lama dengan intensitas yang cukup deras membuat air dari pegunungan merambat ke bawah hingga akhirnya membuat jebol tanggul di Talumolo.
Akibatnya, warga yang tinggal di bantaran jalan air pun menjadi sasaran.
Stok bahan makanan, kompor bahkan mukena tak dapat digunakan lagi.
Bahkan rumah milik warga terendam air dan lumpur.
Seperti rumah milik Harun, warga Talumolo Gorontalo yang juga menjadi korban dari banjir ini.
Ia mengatakan air bersih di rumahnya mati padahal air tersebut akan digunakan untuk membersihkan lumpur dari rumahnya.
"Mati airnya, di sini sampai di belakang," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (4/3/2025) malam.
Kata Harun, sekitar ada 30 rumah yang mati air, yang ada hanyalah air yang berasal dari pegunungan yang sudah bercampur dengan lumpur.
"Mungkin ada sekitar 30-an rumah yang terkena dampaknya," lanjutnya.
Harun pun nampak sibuk menghidupkan mesin untuk membersihkan lumpur dan mengeluarkan air dari dalam rumahnya.
Namun, mesin itu tak kunjung hidup, dan air bersih yang sulit dia dapatkan.
Selain itu Poni Darise yang juga warga Talumolo Gorontalo juga merasakan dampak dari banjir.