Banjir Talumolo Gorontalo
20 Tahun Warga Talumolo Gorontalo Was-was Ketika Hujan Datang, Takut Banjir Menerjang
Selasa sore kemarin, hujan kembali jadi petaka untuk warga Talumolo, Kota Gorontalo. Banjir bandang menerjang permukiman.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANJIR-TALUMOLO-Warga-Talumolo-Kota-Gorontalo-Yusuf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo – Rupanya bukan kali ini, Selasa sore (4/3/20254), saja warga Kelurahan Talumolo, Kota Gorontalo, harus berurusan dengan banjir.
Selasa sore kemarin, hujan kembali jadi petaka untuk warga Talumolo, Kota Gorontalo. Banjir bandang menerjang permukiman.
Pantauan sejak sore kemarin, puluhan rumah terendam banjir, memaksa warga untuk berjibaku dengan genangan air.
Malam setelah hujan mereda, warga langsung bergerak membersihkan rumah masing-masing.
Baca juga: Rumah Penuh Lumpur, 9 Warga Talumolo Gorontalo Nginap Sementara di Masjid
Genangan air yang masuk ke dalam rumah menyisakan lumpur tebal dan sampah yang terbawa arus.
Bau khas banjir menyelimuti gang-gang sempit di Talumolo. Tampak beberapa rumah kosong ditinggalkan oleh penghuninya.
Salah seorang warga, Yusuf yang sudah tinggal di Talumolo selama lebih dari dua dekade, banjir bukanlah hal baru.
Ia mengaku sudah 20 tahun hidup berdampingan dengan bencana musiman ini.
Rasa khawatir selalu menghantui setiap kali hujan deras mengguyur Kota Gorontalo sejak 2005.
Baca juga: Alfamart Berbagi Berkah Saat Ramadan 2025, Sebar 54.000 Paket Berbuka
"Kami ini sudah 20 tahun bersahabat dengan banjir. Kalau hujan deras turun, kami pasti was-was. Takut air naik lagi seperti ini," ujar Yusuf saat diwawancarai TribunGorontalo.com.
Menurutnya, air yang berasal dari gunung seolah terjebak di permukiman mereka, tidak mengalir dengan lancar ke Sungai Bone. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus berulang.
"Mungkin karena saluran air yang tersumbat atau ada perubahan di aliran sungai, jadi airnya tidak tembus ke sungai bone," tambahnya.
Kata Yusuf warga harus mengalami kerugian materi, dari perabotan rumah tangga yang rusak hingga barang-barang berharga yang tak sempat diselamatkan seperti beras untuk sahur yang terendam banjir.
"Warga lain sudah mengungsi ke rumah keluarga mereka, kalau yang lain tetap bertahan dan membersihkan rumahnya, tapi tetap was-was dengan hujan susulan," tuturnya.
Baca juga: Meski Banjir Sebetis Orang Dewasa, Warga Kota Gorontalo Tetap Antusias Berburu Takjil Ramadan 2025
Meski berkali-kali mengalami hal serupa, Yusuf dan warga lainnya tetap bertahan.