Minggu, 15 Maret 2026

Banjir Leato Gorontalo

Tak Bisa Tidur Nyenyak Saat Hujan, Mince Napu Curhat Soal Banjir Leato Gorontalo

Wanita paruh baya ini merupakan salah satu warga Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tak Bisa Tidur Nyenyak Saat Hujan, Mince Napu Curhat Soal Banjir Leato Gorontalo
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
WARGA BERSIHKAN MATERIAL : Salah seorang warga tengah membersihkan material yang mulai mendekati rumahnya di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Rabu (5/3/2025). Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tanggul dan bantaran sungai yang mulai dipenuhi material banjir. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Menjelang sore sekira pukul 13.00 Wita, Rabu (5/3/2025), Mince Napu masih berusaha membersihkan sisa material banjir yang terjadi sore kemarin.

Wanita paruh baya ini merupakan salah satu warga Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Pertengahan tahun 2024 saat sebagai besar wilayah Gorontalo diterjang, ia menjadi salah satu korbannya.

Rumahnya yang berada tepat di sebelah tanggul, kini makin tergerus air.

Tanggul setinggi hampir dua meter itu kini telah jebol, parahnya lagi, dinding dapur yang menjadi penghalang terkahir, juga turut serta terbawa arus. 

Kendati saat kemarin tidak seperah seperti tahun 2024, namun Mince masih menyimpan trauma berat. 

"Tidak bisa tidur nyenyak, bahkan kalau sudah mulai gelap langit, sudah pasti waspada," ungkapnya, Rabu (5/3/2025).

Saat banjir kemarin, Mince mengaku kewalahan membersih pasir material banjir. 

Saat ini suaminya dalam kondisi sakit, sementara warga lainnya juga disibukkan dengan membersihkan rumahnya masing-masing. 

"Kalau lalu banyak yang bantu, ini sekarang lagi puasa," keluhnya. 

Ia berharap, pemerintah segera melakukan upaya penanganan agar insiden seperti 2024 lalu tidak terjadi lagi. 

Ishak Adam, Warga lainnya juga mengakui kekhawatiran yang sama seperti Mince. 

Kepada TribunGorontalo.com, Ishak menunjukkan sejumlah bekas amukan air banjir tahun kemarin. 

"Ini coba bapak lihat, bekas airnya sudah hampir atap," tunjuk Ishak. 

Memang pemerintah telah membangun tanggul secara manual dengan menumpuk karung berisi pasir di bibir sungai. 

Namun hal itu dinilai kurang efektif, mengingat banjir bandang dalam skala besar sewaktu-waktu bisa saja terjadi. 

Warga Leato Utara Gorontalo Butuh Tanggul dan Pengerukan Sungai 

Rumahnya kini tinggal berjarak beberapa jengkal saja dari bantaran sungai. 

Martin Ilham, salah satu warga Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo berharap pemerintah setempat segera berbuat cepat. 

Saat ini rumah Martin hanya tinggal terhalang karung-karung berisi pasir sebagai tanggul alternatif. 

"Kalau banjir bawa ini (karung-karung) yang saya takut akan kena atau masuk ke rumah warga yang di belakang rumah saya," tuturnya, Rabu (5/3/2025).

Ia curhat bilamana sudah sempat menyuarakan aspirasi ini ke pihak kelurahan. 

Namun respon pihak kelurahan kata Martin, nanti akan dilakukan pengerukan. 

"Katanya nanti-nanti, tapi hingga kini belum ada," tukasnya. 

Saat dikonfirmasi, Lurah Leato Utara, Marzuk Talib menyebut bilamana aspirasi tersebut sebenarnya telah ditindaklanjuti. 

Marzuk mengaku jika banjir bandang di Leato Utara memang sering terjadi apabila hujan mengguyur dalam waktu yang cukup lama. 

"Dan apabila terjadi itu dia, selalu membawa material seperti batu, pasir dan kayu," terangnya, Rabu (5/3/2025).

Masalahnya saat ini, meterial yang terbawa banjir kini mengakibatkan sungai musiman itu mengalami pendangkalan yang cukup signifikan. 

Ia membenarkan jika di tahun 2024, sempat ada tanggul yang roboh akibat banjir. 

Namun saat itu, pihaknya sudah langsung menyurat ke balai sungai agar dilakukan pengerukan. 

Dan saat ini, berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang), pihaknya telah memasukan program pengerukan sebagai agenda prioritas. 

"Itu sudah masuk dalam usulan dan jadi skala prioritas," jelasnya. 

Memang sungai itu kata Marzuk sudah belasan tahun belum pernah dikeruk.

Berdasarkan informasi, pengerukan terkahir kali dilakukan oleh PUPR Kota Gorontalo di masa pemerintah Adhan Dambea sebagai Wali Kota Gorontalo. (*/JIAN) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved