Kasus Korupsi
Presiden Prabowo Geram Korupsi Terus Terjadi, Bagikan Taklimat kepada Menteri Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto disebut geram terhadap kasus korupsi yang saat ini merajalela.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-saat-melantik-Guru-Besar-ITB-Brian-Yuliarto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Prabowo Subianto disebut geram terhadap kasus korupsi yang saat ini merajalela.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Wigarto.
Melansir dari KompasTV, Bima menyebut kekesalan Presiden Prabowo itu termuat dalam taklimat yang dibagikan kepada para menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Prabowo menyayang uang ratusan triliun yang dicuri para koruptor.
Padahal, kata Wamendagri, uang itu bisa digunakan untuk program makan bergizi gratis hingg pendidikan dan kesehatan.
“Beliau menyatakan kegeramannya atas orang-orang yang masih keterlaluan, sudah diperingatkan, tetapi masih ada saja yang mencuri uang rakyat. Lebih baik ratusan triliun itu digunakan untuk makan bergizi, untuk pendidikan, kesehatan,” kata Bima Arya, Selasa (4/3/2025).
Taklimat kepada menteri Kabinet Merah Putih disampaikan Prabowo usai sejumlah kasus korupsi terungkap pada awal masa pemerintahannya.
Salah satu skandal yang disorot adalah megakorupsi tata kelola minyak Pertamina yang merugikan negara ratusan triliun.
Kerugian akibat praktik korupsi selama 2018-2023 ini disinyalir bisa sebesar Rp1.000 triliun atau satu kuadriliun.
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah dan Tertinggal, Reza Patria menyatakan, Prabowo mengingatkan jajarannya agar tidak korupsi saat mengumpulkan anggota kabinet.
“Presiden meminta juga semua jajaran aparat penegak hukum lakukan penegakan hukum dengan adil, baik, benar, dan semua menjalankan tugas, fungsinya dengan baik," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto yang turut hadir di Istana menyebut Prabowo meminta lembaga antirasuah itu bertugas sebaik-baiknya.
Setyo menilai pemanggilan KPK ke Istana bukan bentuk intervensi karena arahan Prabowo bersifat umum kepada menteri, wakil menteri, dan kepala badan/lembaga.
“Ini kan terbuka. Ini kegiatan bersifat terbuka. Semua orang bisa melihat. Arahan beliau juga jelas semuanya. Jadi, tidak ada yang personal, tidak ada yang (mengarah) kepada satu lembaga,” kata Setyo dikutip Antara.
Baca juga: Ahok Ternyata Ditawari Jokowi jadi Direktur Utama Pertamina, Sempat Mau tapi Akhirnya Ditolak
Prabowo diminta turun tangan soal kasus Pertamina
Diberitakan KompasTV sebelumnya, Presiden Prabowo diminta oleh pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk turun tangan dalam menangani kasus korupsi Pertamina.