Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bolaang Mongondow Timur, Ini Analisis dan Mitigasinya

BMKG terus mengimbau masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari instansi terkait.(*)

Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA BUMI -- Baru saja terjadi gempa bumi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Ini Lokasi yang berulang kali diguncang gempa hingga hari ini, Rabu (5/3/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 3,2 di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, pada Rabu (5/3) pukul 12:26:03 WITA.

Gempa ini berlokasi pada koordinat 0,40° LU dan 124,85° BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Menurut para ahli, gempa dengan kedalaman dangkal, seperti yang terjadi di Bolaang Mongondow Timur ini, lebih berpotensi dirasakan kuat di permukaan dibandingkan dengan gempa yang terjadi di kedalaman lebih dari 60 kilometer.

Baca juga: Peringatan Keras Gubernur, ASN Dilarang Keluyuran di Jam Kerja Apalagi Nongki di Warkop

Namun, karena magnitudo gempa kali ini tergolong kecil, dampaknya diperkirakan tidak signifikan dan tidak menyebabkan kerusakan berarti.

Kedalaman 10 km mengindikasikan bahwa gempa ini terjadi akibat aktivitas tektonik pada sesar lokal.

Getaran kemungkinan hanya dirasakan di sekitar episentrum dan tidak menyebabkan kepanikan yang meluas. 

Meski demikian, gempa dengan kedalaman dangkal tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi dalam skala yang lebih besar.

Dampak dan Potensi Bahaya

BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini.

Namun, masyarakat di sekitar episentrum tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.

Gempa dangkal seperti ini bisa menyebabkan pergerakan tanah atau longsor di daerah yang memiliki struktur tanah tidak stabil.

Baca juga: Artis Nikita Mirzani Sudah 4 Kali Resmi Pakai Baju Tahanan, Ini Deretan Kasus yang Dialaminya

Meskipun gempa berkekuatan kecil tidak selalu membawa dampak besar, langkah-langkah mitigasi tetap diperlukan untuk mengurangi risiko di masa depan.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah setempat antara lain:

Edukasi dan Sosialisasi – Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa terjadi.

Bangunan Tahan Gempa – Memastikan konstruksi bangunan di daerah rawan gempa memenuhi standar tahan gempa agar lebih aman saat terjadi getaran.

Baca juga: Dharma Wanita Persatuan UNG Berbagi Puluhan Paket Sembako di Ramadan 2025

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved