Banjir Jabodetabek
Banjir Bandang di Tangsel Lumpuhkan Aktifitas Warga: Jalan Putus dan Pasar Terendam
Beberapa tempat juga menjadi imbas dari banjir ini seperti rumah penduduk, jalan utama serta pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bsjsjsnns.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Banjir bandang yang menerjang Tangerang Selatan (Tangsel) melumpuhkan aktifitas masyarakat.
Beberapa tempat juga menjadi imbas dari banjir ini seperti rumah penduduk, jalan utama serta pasar.
Banjir yang disebabkan oleh tingginya curah hujan pada Senin (3/3/2025) malam.
Dilansir dari Kompas.com, ada 11 titik pemukiman terendam banjir, akses jalan utama terputus, dan longsor yang merusak dua rumah warga di Ciputat.
Situasi ini memaksa warga untuk bertahan di tengah genangan air, sementara para pedagang di pasar tradisional harus menghadapi kerugian akibat lapak mereka terendam.
Pasar Ceger terendam banjir
Di Pasar Ceger, Jurangmangu Barat, Pondok Aren, air berwarna coklat membanjiri bagian depan pasar.
Para pedagang terpaksa menghentikan aktivitas mereka, sementara yang lain sibuk menyelamatkan barang dagangan dari rendaman air.
Bayu (43), pedagang perlengkapan bayi, mengungkapkan, ini adalah pertama kalinya ia harus menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan barang dagangannya.
"Seumur-umur, ini baru pertama kali saya pakai perahu karet karena banjir. Biasanya di sini banjirnya enggak setinggi ini, paling cuma semata kaki," ujar Bayu saat ditemui di Pasar Ceger, Selasa (4/3/2025).
Sementara itu, Farida (49), pedagang pakaian, hanya bisa pasrah melihat tokonya dipenuhi lumpur.
Meski demikian, ia tetap berencana untuk kembali berjualan setelah air surut.
"Mau enggak mau, sayang juga kalau tutup terus," kata Farida.
Akses jalan lumpuh
Banjir yang merendam Jalan Ceger Raya, salah satu akses utama yang menghubungkan Tangsel dengan Jakarta Selatan, menyebabkan lalu lintas terhenti total.