Sabtu, 14 Maret 2026

Banjir Talumolo Gorontalo

185 Jiwa Terdampak Banjir di Talumolo Gorontalo, BPBD Turun Tangan

BPBD Kota Gorontalo mencatat ada sebanyak 58 rumah terdampak banjir di lokasi ini. Sedangkan untuk jumlah korban terdampak mencapai 86 KK

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 185 Jiwa Terdampak Banjir di Talumolo Gorontalo, BPBD Turun Tangan
BPBD Kota Gorontalo
BANJIR KOTA GORONTALO - BPBD Kota Gorontalo saat melakukan peninjauan banjir di wilayah Kota Gorontalo, Rabu (5/3/2025). Menurut Mulyono pihaknya telah melakukan penanganan jangka pendek. 

Banjir yang menerjang Kecamatan Talumolo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo menyisakan perasaan sedih.

Bagaimana tidak, banjir yang datang secara tiba-tiba itu tak memberikan waktu kepada warga untuk menyelamatkan barang-barang berarti.

Sehingga seluruh perabotan dan stok makanan pun rusak karena diterjang banjir.

Baca juga: Stok Beras untuk Puasa Rusak Terendam Lumpur, Warga Talumolo Gorontalo Pasrah Hadapi Banjir Bandang

Banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kota Gorontalo pada Selasa (4/3/2025) sejak siang hari.

Hujan yang berdurasi lama dengan intensitas yang cukup deras membuat air dari pegunungan merambat ke bawah hingga akhirnya membuat jebol tanggul di Talumolo.

Akibatnya, warga yang tinggal di bantaran jalan air pun menjadi sasaran.

Stok bahan makanan, kompor bahkan mukena tak dapat digunakan lagi.

Bahkan rumah milik warga terendam air dan lumpur.

Seperti rumah milik Harun, warga Talumolo Gorontalo yang juga menjadi korban dari banjir ini.

Ia mengatakan air bersih di rumahnya mati padahal air tersebut akan digunakan untuk membersihkan lumpur dari rumahnya.

Baca juga: Tangis Poni Darise Warga Talumolo Gorontalo, Mukenah Kotor dan Tak Bisa Salat Karena Banjir

"Mati airnya, di sini sampai di belakang," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (4/3/2025) malam.

Kata Harun, sekitar ada 30 rumah yang mati air, yang ada hanyalah air yang berasal dari pegunungan yang sudah bercampur dengan lumpur.

"Mungkin ada sekitar 30-an rumah yang terkena dampaknya," lanjutnya.

Harun pun nampak sibuk menghidupkan mesin untuk membersihkan lumpur dan mengeluarkan air dari dalam rumahnya.

Namun, mesin itu tak kunjung hidup, dan air bersih yang sulit dia dapatkan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved