Ramadan 2025
Sering Ditinggalkan, Salat Witir Rupanya Lebih Dianjurkan daripada Tarwih
Bahkan, dalam beberapa riwayat, Rasulullah menunjukkan betapa pentingnya salat ini dibandingkan salat sunnah lainnya.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Saat bulan Ramadan, umat Islam berbondong-bondong melaksanakan salat tarawih di masjid.
Namun, tidak sedikit yang langsung pulang setelah tarawih tanpa menyempurnakan dengan salat witir.
Padahal, salat witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah dan memiliki keutamaan luar biasa.
Bahkan, dalam beberapa riwayat, Rasulullah menunjukkan betapa pentingnya salat ini dibandingkan salat sunnah lainnya.
Keutamaan Salat Witir dalam Hadits
Salat witir adalah penutup salat malam yang dicintai Allah. Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu witir (Maha Esa) dan menyukai yang ganjil." (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan salat witir juga diperkuat dalam riwayat Abu Hurairah ra.:
"Kekasihku, Rasulullah telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal dunia, yaitu puasa tiga hari pada setiap bulan, salat Duha, dan tidur dengan salat witir terlebih dahulu." (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain, Aisyah ra. menceritakan bagaimana Rasulullah membangunkannya khusus untuk ikut menunaikan salat witir:
"Nabi salat sedangkan aku tidur di atas ranjangnya dengan membentang di hadapannya. Ketika akan witir, beliau membangunkan aku hingga aku pun salat witir." (HR. Bukhari)
Dari kisah ini, terlihat bahwa Rasulullah menaruh perhatian besar pada salat witir, bahkan mengajak istrinya untuk ikut menunaikannya.
Salat Witir: Lebih Penting dari Tarawih?
Banyak orang menganggap salat tarawih sebagai ibadah utama di bulan Ramadan.
Padahal, tanpa salat witir, salat malam kita belum sempurna.
Witir bisa diibaratkan seperti "hidangan penutup" dalam sebuah jamuan, di mana meskipun porsinya lebih sedikit dari tarawih, ia tetap memiliki tempat istimewa.
Salah satu sahabat Nabi, Abdullah bin Umar ra., pernah menegur seseorang yang ragu dalam melaksanakan salat witir.
Dalam sebuah riwayat, Sa’d bin Yasar menceritakan bahwa ketika dirinya khawatir waktu Subuh akan tiba, ia segera berhenti untuk melaksanakan salat witir. Abdullah bin Umar lalu berkata kepadanya:
"Bukankah kamu telah memiliki suri teladan yang baik pada diri Rasulullah?" (HR. Bukhari)
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat menjaga kebiasaan salat witir, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.
Kapan dan Berapa Rakaat Salat Witir?
Salat witir dapat dikerjakan di awal malam setelah tarawih atau di akhir malam sebelum Subuh.
Jika seseorang khawatir tidak bisa bangun untuk salat malam, maka lebih baik witir dilakukan sebelum tidur.
Namun, jika yakin bisa bangun, lebih utama melaksanakannya di sepertiga malam terakhir.
Dari segi jumlah rakaat, witir dapat dilakukan dengan jumlah ganjil, seperti 1, 3, 5, atau lebih. Rasulullah sendiri sering melaksanakan witir tiga rakaat dengan membaca:
- Rakaat pertama: Surah Al-A’la
- Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun
- Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas
Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
"Barang siapa yang hendak melakukan witir lima rakaat maka hendaknya ia melakukannya, dan barang siapa yang hendak melakukan witir tiga rakaat maka hendaknya ia melakukannya, dan barang siapa yang hendak melakukan witir satu rakaat maka hendaknya ia melakukannya." (HR. Abu Daud & Nasa’i)
Salat Witir, Amalan Kecil dengan Ganjaran Besar
Meskipun sering dianggap sepele, salat witir adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan.
Bahkan, sahabat Nabi, seperti Abu Bakar ra. dan Umar bin Khattab ra., memiliki kebiasaan berbeda dalam menunaikan witir.
Abu Bakar lebih memilih witir di awal malam, sementara Umar lebih suka melaksanakannya di akhir malam.
Dari kisah-kisah ini, terlihat bahwa salat witir memiliki keutamaan yang tak boleh diremehkan.
Maka, jangan terburu-buru meninggalkan masjid usai tarawih tanpa menyempurnakannya dengan salat witir.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.