Kamis, 19 Maret 2026

Tribun UMKM

Kisah Maswia Pedagang Bahan Pokok di Pasar Liluwo Gorontalo, 16 Tahun Berjualan

Maswia (42) membagikan cerita pengalamannya berjualan selama 16 tahun di Kota Gorontalo.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Maswia Pedagang Bahan Pokok di Pasar Liluwo Gorontalo, 16 Tahun Berjualan
Mawar Datunsolang/Mahasiswa Magang TribunGorontalo.com
PENJUAL BAWANG: Potret Maswia melayani pembeli di pasar Liluwo, Kota Gorontalo, Selasa (4/3/2025). Maswia bercerita tentang pengalamannya 16 tahun berjualan di Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Maswia (42) membagikan cerita pengalamannya berjualan selama 16 tahun di Kota Gorontalo.

Saat ditemui, Maswia tengah sibuk menanti pembeli di Pasar Liluwo, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (4/3/2025).

Maswia mengaku sudah berjuala seja 2009.

Selama ini pendapatannya tidak stabil. Namun, ia tetap bersyukur atas rezeki yang diperolehnya setiap hari.

Maswia memulai usahanya sejak pasar lama masih beroperasi.

Kala itu, anak-anaknya masih belia.

Selama bertahun-tahun, ia telah mengalami berbagai tantangan dalam berdagang. 

"Namanya orang jualan, tidak selalu untung. Kadang di bawah tapi alhamdulillah, sehari itu pasti ada. Intinya jangan bilang tidak ada, pasti ada itu. Tidak mungkin untung terus, pasti besok naik, besoknya turun, tidak menentu," ungkapnya.

Maswia menjual berbagai jenis bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, beras, cabai, hingga minyak goreng.

Awalnya, Maswia berdagang di Pasar Sentral. Kondisi pasar yang semakin sepi memaksanya pindah ke pasar Liluwo.

"Dulu saya juga jualan di Sentral tapi di sana sunyi, jadi saya memilih berjualan di sini," katanya.

Maswia mengungkapkan bahwa Ramadan saat ini membawa tantangan tersendiri bagi pedagang seperti dirinya.

Menurutnya, banyak rumah makan dan usaha katering tutup sehingga permintaan bahan pokok mengalami penurunan dari biasanya.

Namun ia tetap bersyukur karena masih ada pelanggan yang datang membeli dagangannya.

"Kalau untuk bulan Ramadan, rumah makan dan katering banyak yang libur, jadi pasti berpengaruh,"

"Tapi alhamdulillah, meskipun begitu, tetap ada pemasukan. Biasanya rezeki datang dari pelanggan lain," jelasnya.

Untuk mendapatkan stok dagangan, Maswia mengandalkan pasar Telaga. Ita membeli barang sesuai jumlah kebutuhan pelanggan.

Sebagai pedagang yang telah lama berjualan, Maswia berharap agar pasar Liluwo lebih ramai. 

Kata Maswia, saat ini banyak pedagang memilih berjualan di bahu jalan akibat menurunnya pengunjung pasar.

Berikut rincian bahan pokok yang dijual Maswia di pasar Liluwo, Kota Tengah:

- Bawang merah dijual seharga Rp 42.000 per kilogram.

- Bawang putih dijual seharga Rp 46.000 per kilogram

- Beras berbagai jenis dijual kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram

Baca juga: Mince Nani Cerita Awal Mula Kelola Pantai Wisata Bahari Gorontalo

Menurut Maswia, harga bawang putih dan bawang merah naik harganya karena sudah dipilih kualitas terbaik dan bersih.

Puluhan tahun berjualan membuat Maswia lebih memahami usaha perdagangan tidak selalu membawa keuntungan besar. 

Dengan semangat dan ketekunan, ia terus menjalankan usahanya dengan harapan pasar bisa kembali ramai dan pendapatannya semakin stabil.

 


(Mawar Datunsolang, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Gorontalo)
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved