Berita Viral
Ipar Adalah Maut : Gegara Harta Warisan, Adik Ipar di Blora Racuni Kaka Ipar dan Anak hingga Tewas
Kasus pembunuhan tragis terjadi di Blora, Jawa Tengah, di mana seorang pria meracuni ayah dan anaknya, Muslikin (45) dan S (9), hingga tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gegara-Harta-Warisan-kvjkfxdvsdfv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Kasus pembunuhan tragis terjadi di Blora, Jawa Tengah, di mana seorang pria meracuni ayah dan anaknya, Muslikin (45) dan S (9), hingga tewas.
Kejadian ini terjadi pada Jumat, 21 Februari 2025, setelah kedua korban meminum air mineral yang dicampur dengan racun.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, mengungkapkan bahwa pelaku melakukan pembunuhan tersebut karena masalah warisan.
"Motifnya karena sakit hati dan dendam karena masalah warisan," jelasnya kepada Tribunjateng melalui pesan singkat pada Minggu, 23 Februari 2025.
Baca juga: Alfamart dan Indomaret Beri Diskon Besar-besaran di Awal Ramadan, Khusus 3 Maret 2025
Baca juga: Live Streaming Sidang Kasus Penembakan Bos Rental di Pengadilan Militer Jakarta, Sedang Berlangsung
Pelaku yang diduga melakukan tindakan keji ini ditangkap pada Selasa, 25 Februari 2025, di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Saat ini, Satreskrim Polres Blora masih melakukan penyidikan intensif terhadap kasus ini.
Rencananya, pekan depan akan digelar rekonstruksi untuk memperjelas tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka.
"Pelaku akan dihadirkan saat rekonstruksi," tegas AKBP Wawan.
Proses ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada penyidik dan mencocokkan keterangan saksi dengan fakta di lapangan.
Pembongkaran Makam
Pada Jumat, 28 Februari 2025, makam Muslikin dan putrinya dibongkar untuk dilakukan otopsi.
Tim Kedokteran Forensik Biddokkes Polda Jateng terlibat dalam proses ini untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.
Pembongkaran makam dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Blora.
Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengetahui apakah terdapat zat berbahaya dalam tubuh korban yang berkaitan dengan air mineral yang mereka minum.
"Proses ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban," ungkapnya di lokasi makam.