Tribun HIS
Potret Kehidupan Yusuf Warga Gorontalo Utara, Berharap Rumah Layak untuk Hari Tua
Bersama sang istri, Ogu (50), ia bertahan di rumah papan yang lapuk, tempat mereka berbagi suka dan duka selama puluhan tahun.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RUMAH-LAPUK-Yusuf-pria-lansia-yang-kini-tinggal-bersama-istri-di-rumah-lapuknya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara - Yusuf (70), seorang pria paruh baya yang tinggal di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, tetap tegar menghadapi kerasnya kehidupan.
Bersama sang istri, Ogu (50), ia bertahan di rumah papan yang lapuk, tempat mereka berbagi suka dan duka selama puluhan tahun.
Meski memiliki empat orang anak, Yusuf dan istrinya kini tinggal sendiri. Anak-anak mereka telah berkeluarga dan hidup terpisah.
Namun, kesendirian itu tidak membuat Yusuf dan Ogu kehilangan keceriaan.
Canda tawa masih kerap terdengar dari rumah kecil mereka, meskipun dinding-dinding bambu mulai lapuk dan berlubang akibat dimakan usia.
Ketika ditemui oleh TribunGorontalo.com pada Rabu (5/2/2025), Yusuf tampak sedang membersihkan ikan yang akan dimasak untuk makan malam bersama istrinya.
Pria berusia 70 tahun ini bekerja sebagai buruh tani dengan sistem bagi hasil saat panen.
Sementara itu, sang istri hanya bisa mengurus rumah tangga.
Namun, pekerjaan Yusuf tidak selalu menjamin kehidupan yang layak.
Hasil panen yang diperolehnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, dalam kesehariannya, Yusuf hanya bisa bergantung pada panggilan orang yang membutuhkan tenaganya.
"Saya hanya mengambil upah dari orang-orang. Walaupun saya sudah tua, tetap saya harus mencari nafkah untuk istri saya," ujar Yusuf dengan nada tegar.
Sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga, Yusuf menghabiskan sebagian besar waktunya di kebun, merawat tanaman yang hampir memasuki masa panen.
Namun, ketidakpastian hasil panen dan minimnya pendapatan membuat hidup mereka penuh keterbatasan.
Pernah suatu waktu, Yusuf mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah, tetapi itu hanya saat pandemi Covid-19.
Sejak saat itu, ia belum lagi menerima bantuan apa pun.
"Yang saya butuhkan saat ini cuma rumah yang layak, supaya kami bisa tinggal dengan nyaman. Rumah kami sudah banyak yang lapuk dimakan rayap," ungkap Yusuf dengan penuh harap.
Meskipun hidup dalam keterbatasan, Yusuf dan istrinya tetap tegar dan sabar menjalani kehidupan.
Mereka tidak pernah mengeluh, meski setiap hari dihadapkan pada kesulitan.
Harapan mereka kini bertumpu pada perhatian pemerintah dan dermawan yang bersedia membantu mereka agar bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
Di tengah segala cobaan, semangat Yusuf untuk terus berjuang demi istrinya tak pernah padam.
Baginya, selagi masih kuat, ia akan terus bekerja dan berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya. (*)
Kabupaten Gorontalo Utara
Tribun HIS
Human Interest Story
Potret Kehidupan
Gorontalo Utara
Polda Gorontalo
Kapolda Gorontalo
Operasi Lilin Gorontalo
| Mengenal Nurlia Herman, Mahasiswi Gorontalo Aktif Pengembangan Diri Hingga Terus Berprestasi |
|
|---|
| 30 Tahun Arungi Laut Tomini, Nelayan Leato Selatan Curhat Tak Mampu Kuliahkan Anak Perempuan |
|
|---|
| Cerita Romi Bakir Jadi Tenaga Honorer Gorontalo Selama 20 Tahun, Kini Lulus Jadi PPP3 |
|
|---|
| Lolos jadi Anggota Polri, Pemuda Gorontalo Ini Awalnya Kuli Bangunan dan jadi Ojol |
|
|---|
| Alwi Arridha Buchari Kasim Cerita Habiskan Satu Semester Magang di Taiwan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.