Gempa Bumi

Terkini! Gempa Bumi Rabu 26 Februari 2025, Cek Info BMKG

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 0,44° Lintang Utara dan 124,80° Bujur

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA BUMI -- Terjadi gempa bumi pada 26 Feb 2025, pukul 09:56:15 Wita. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa bumi baru saja terjadi pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 09:56 Wita.

Gempa bumi dengan magnitudo 3,6 terjadi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 0,44° Lintang Utara dan 124,80° Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Analisis Lokasi dan Dampak

Episenter gempa berada di daratan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, yang berbatasan langsung dengan Laut Maluku di sebelah timur.

Kedalaman gempa yang tergolong dangkal, yaitu 10 kilometer, berpotensi menyebabkan guncangan yang dirasakan lebih kuat di permukaan meskipun dengan magnitudo yang relatif kecil.

Gempa dangkal seperti ini seringkali menimbulkan kerusakan pada bangunan yang tidak tahan gempa dan dapat memicu tanah longsor di area perbukitan.

Kedalaman sumber gempa memainkan peran penting dalam menentukan luas dan intensitas guncangan yang dirasakan.

Gempa dengan sumber yang lebih dalam cenderung mempengaruhi area yang lebih luas namun dengan intensitas guncangan yang lebih lemah.

Sebaliknya, gempa dangkal, seperti yang terjadi di Bolaang Mongondow Timur, meskipun memiliki magnitudo kecil, dapat menyebabkan kerusakan signifikan di area sekitar episenter karena energi guncangan yang dilepaskan lebih dekat ke permukaan.

Hal ini sejalan dengan penjelasan para ahli bahwa gempa dangkal lebih destruktif dibandingkan gempa yang lebih dalam. 

Upaya Mitigasi

Untuk mengurangi risiko dan dampak dari gempa bumi, terutama di wilayah rawan seperti Sulawesi Utara, beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain:

Pembangunan Infrastruktur Tahan Gempa: Menerapkan standar konstruksi bangunan yang tahan terhadap guncangan gempa, khususnya untuk fasilitas umum dan pemukiman di daerah rawan.

Edukasi dan Sosialisasi: Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat gempa bumi, sehingga mereka mengetahui tindakan yang harus diambil saat gempa terjadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved