Jumat, 6 Maret 2026

Korupsi Dirut Pertamina

Siapa Muhammad Kerry Adrianto Riza? Tersangka Skandal Korupsi Pertamina

Muhammad Kerry Adrianto Riza menjadi tersangka kasus korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Siapa Muhammad Kerry Adrianto Riza? Tersangka Skandal Korupsi Pertamina
Kolase Hangtuah id/voktis.id
TERSANGKA KORUPSI: Foto Muhammad Kerry Adrianto Riza. Pemilik Klub Hangtuah ini resmi dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Muhammad Kerry Adrianto Riza menjadi tersangka kasus korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena mengakibatkan kerugian negara senilai 197,3 triliun.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Kerry sebagai tersangka atas perannya sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.

Melansir Kompas.com, Kerry dikenal sebagai anak taipan minyak Muhammad Riza Chalid yang pernah terseret kasus "Papa Minta Saham" pada 2015.

Selain Muhammad Kerry Adrianto Riza tersangka, Kejagung juga menjerat tiga orang dari Pertamina dan tiga broker.

Salah satunya adalah Riva Siahaan (RS) selaku Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga. 

Kerry bersama enam tersangka lainnya ditahan selama 20 hari ke depan untuk proses pemeriksaan.
 
“Berdasarkan keterangan saksi, keterangan ahli, bukti dokumen yang telah disita secara sah, tim penyidik pada malam hari ini menetapkan tujuh orang sebagai tersangka,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar dikutip dari Antara, Senin (24/2/2025).

Profil Muhammad Kerry Adrianto

Riza Kerry yang berurusan dengan Kejagung setelah kasus korupsi Pertamina terbongkar merupakan anak Riza Chalid dan Roestriana Adrianti yang lahir pada 15 September 1986. 

Berdasarkan catatan Antara, anak Riza Chalid tersangka tersebut menduduki posisi sebagai Presiden Kidzania, wahana interaktif untuk anak yang menggabungkan bermain dan belajar melalui permainan peran. 

Ia juga berstatus sebagai petinggi Hangtuah, klub bola basket yang kini berkompetisi di Indonesian Basketball League (IBL). 

Sementara itu, pemberitaan Tribunnews, Selasa (25/2/2025) menunjukkan bahwa Kerry pernah menempuh pendidikan di Jakarta. Kemudian, Kerry pindah ke Singapura bersama kedua orangtuanya pada 1998.

Di Negeri Singa, ia menempuh pendidikan di United World College South East Asia pada 2000-2004.

Ia kemudian menempuh studi di jurusan Imperial College, University of London pada 2004-2008. Kerry lulus dari universitas tersebut dengan gelar BSc Applied Business Management. 

Di luar rekam jejak pendidikan, Kerry juga dikenal sebagai Komisaris Utama GAP Capital yang merupakan perusahan manajer investasi. 

Ia juga menduduki posisi sebagai Presiden Direktur PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi dan PT Navigator Khatulistiwa, perusahaan yang mengoperasikan kapal tongkang, tanker minyak, tunda, dan pengangkut gas. 

Saat ini, Kerry berstatus sebagai salah satu pemilik Hangtuah berdasarkan laman resmi hangtuah.id.

Baca juga: BBM Pertalite Disulap Jadi Pertamax, Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Jadi Tersangka

Perjalanan kasus korupsi Pertamina 

Dilansir dari Antara, Senin (25/2/2025), kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dan produksi tilang terjadi pada 2018-2023. 

Pada saat itu, Pertamina diwajibkan untuk mencari minyak yang diproduksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 yang mengatur mengenai prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengatakan, minyak yang berasal dari KKS wajib ditawarkan kepada PT Pertamina.

Jika Pertamina menolak tawaran tersebut maka penolakan ini digunakan untuk mengajukan rekomendasi ekspor. 

Tetapi, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) diduga berupaya menghindari kesepakatan, 

Kejagung juga menemukan fakta lain bahwa terdapat Minyak Mentah dan Kondensat Bagian Negara (MMKBN) yang diekspor karena terjadi pengurangan kapasitas intake produksi kilang lantaran pandemi Covid-19. 

Meski begitu, pada waktu yang sama, Pertamina malah mengimpor minyak mentah untuk memenuhi intake produksi kilang.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Muhammad Kerry Adrianto Riza, Pemilik Klub Hangtuah Tersangka Kasus Korupsi Pertamina"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved