Operasi Pekat Gorontalo
Polisi Gorontalo Razia Pasangan Bukan Muhrim, Ada yang Pura-pura Tidur hingga Hirup Lem
Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar razia sejumlah tempat penginapan pada Selasa (25/2/2025) malam.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dua-pasangan-bukan-muhrim-diamankan-Polda-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar razia sejumlah tempat penginapan pada Selasa (25/2/2025) malam.
Razia dikenal Operasi Pekat Otanaha 2025 ini berlangsung hingga Rabu (26/2/2025) dini hari WITA.
Operasi Pekat menyasar tempat-tempat perjudian, minuman keras, senjata tajam, narkoba, premanisme, dan prostitusi.
Sejak pukul 22.00 WITA, personel Polda Gorontalo menyisir sejumlah indekos dan penginapan di Kecamatan Limboto dan Kota Gorontalo.
Dari hasil operasi, dua pasangan bukan muhrim kedapatan berduaan di dalam kamar.
Saat personel mengetuk salah satu kamar yang terkunci rapat, sempat terjadi keheningan sebelum akhirnya pintu dibuka.
Di dalam kamar, polisi mendapati dua perempuan berinisial TI (15) dan SYA (20) dan seorang laki-laki berinisial AFH (18).
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Rumah Warga Leato Selatan Gorontalo Terbakar, Asap Tebal Selimuti Permukiman
Saat dimintai keterangan, AFH mengklaim dirinya sudah menikah dengan salah satu perempuan di dalam kamar tersebut.
Namun, ia gagal menunjukkan bukti pernikahan, baik dalam bentuk buku nikah maupun foto pernikahan.
Lebih mencurigakan lagi, polisi menemukan empat kaleng lem eha bond yang diduga baru saja dibuka kemasannya.
Ketiga warga itu langsung diamankan dan dibawa ke Mapolda Gorontalo untuk diperiksa lebih lanjut.
Operasi berlanjut ke Kota Gorontalo, tepatnya di sebuah hotel di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Kota Selatan.
Ketika polisi mengetuk pintu kamar, suara kunci pintu terdengar dari dalam, namun penghuni kamar enggan membukanya.
Setelah sekitar 15 menit mengetuk, akhirnya pintu kamar terbuka.
Di dalamnya, polisi mendapati seorang perempuan berinisial RD (20) dan laki-laki berinisial WSA (19).