Berita Nasional
4 Polisi Diperiksa atas Kasus Intimidasi Band Sukatani, Polri Tegaskan tak Anti Kritik
Pemeriksaan ini terkait dugaan intimidasi terhadap band post-punk asal Purbalingga, Sukatani, usai lagu mereka yang berjudul "Bayar Bayar Bayar" viral
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POLISI-DIPERIKSA-pemeriksaan-polisi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebanyak empat anggota polisi dari Subdit I Direktorat Reserse Siber (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah diperiksa oleh Biropaminal Divisi Propam Polri.
Pemeriksaan ini terkait dugaan intimidasi terhadap band post-punk asal Purbalingga, Sukatani, usai lagu mereka yang berjudul "Bayar Bayar Bayar" viral di media sosial.
Keempat anggota Ditreskrimsus Polda Jateng yang diperiksa merupakan personel aktif di Subdit I.
Mereka diduga menemui band Sukatani di Banyuwangi pada Kamis (20/2/2025), yang kemudian berujung pada video klarifikasi dan penarikan lagu "Bayar Bayar Bayar" oleh personel band tersebut.
Divpropam Polri melalui akun resminya di platform X (@Divpropam), pada Jumat (21/2/2025), mengonfirmasi bahwa empat anggota Siber Polda Jateng telah diperiksa.
"Kami sampaikan, sejumlah 4 (empat) personel Subdit I Ditreskrimsus Polda Jateng telah diperiksa oleh Subbidpaminal Bidpropam Polda Jateng dan didukung oleh Biropaminal Divpropam Polri," demikian pernyataan resmi Divpropam Polri, dikutip Sabtu (22/2/2025).
Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap dua anggota Ditreskrimsus dilakukan di Mapolda Jateng, Kota Semarang, pada Jumat (21/2/2025).
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan profesionalitas anggota dalam menjalankan tugasnya.
"Pada prinsipnya, Propam melakukan klarifikasi terhadap dua anggota Siber yang menemui grup band Sukatani," kata Artanto.
Artanto menambahkan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh para anggota Ditreskrimsus Polda Jateng.
"Hasilnya clear, mereka profesional sesuai tugas pokok dan tidak ada permasalahan," ungkapnya.
Polri Tegaskan Tidak Anti Kritik
Dalam pernyataan resminya, Polri menegaskan bahwa institusi ini tetap menghormati kebebasan berekspresi dan tidak menutup ruang kritik.
Divpropam juga menjamin perlindungan terhadap dua personel band Sukatani, Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) dan Novi Citra Indriyati (Twister Angel).
"Kami menjamin perlindungan dan keamanan dua personel band Sukatani," tulis akun @Divpropam.
Polda Jateng sendiri telah membantah adanya intervensi atau paksaan terhadap band Sukatani dalam pembuatan video klarifikasi maupun penarikan lagu mereka.
Polda juga memastikan bahwa band Sukatani tetap bebas membawakan lagunya di konser atau membagikannya di media sosial.
Dengan adanya pemeriksaan ini, publik kini menantikan tindak lanjut dari Polri terkait dugaan intimidasi terhadap band Sukatani.(*)
Kasus Intimidasi Band Sukatani
Anti Kritik
Kasus Intimidasi
Band Sukatani
Ditreskrimsus Polda Jateng
Biropaminal Divisi Propam Polri
Horoskop Zodiak
Horoskop Karir
Horoskop asmara
| Vlog di Rumah Duka Vidi Aldiano Tuai Kritik, Sule Akhirnya Minta Maaf dan Hapus Videonya |
|
|---|
| Ada 4 Simulator Berkuda di Markas Polisi Satwa Depok, Harga per Unit Rp1 Miliar |
|
|---|
| 252 Dapur MBG Ditutup Sementara Gara-gara Belum Penuhi Standar Sanitasi dalam 30 Hari |
|
|---|
| Nama Komisioner Ombudsman Muncul dalam Pengusutan Kasus Minyak Goreng |
|
|---|
| Presiden Prabowo Akui Perang Iran-Amerika Bisa Berdampak ke Indonesia, Ada Potensi Kenaikan Harga |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.