Senin, 9 Maret 2026

Berita Viral

Buntut Polemik Lagu Bayar Bayar Bayar, Vokalis Band Sukatani Kini Dinonaktifkan sebagai Guru SD

Kini vokalis band Sukatani, Novi Chitra Indiyaki, harus dinonaktifkan dari jabatannya sebagai guru SD.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Buntut Polemik Lagu Bayar Bayar Bayar, Vokalis Band Sukatani Kini Dinonaktifkan sebagai Guru SD
Instagram sukatani
LAGU BAND SUKATANI - Kolase foto Novi Citra Indiryati atau Twister Angel vokalis band Sukatani yang membawakan lagu bayar bayar bayar viral di media sosial, Jumat (21/02/2025). Nasib Novi Citra Indiryati usai viral bawakan lagu 'bayar bayar bayar' dipecat sebagai guru. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Polemik lagu dari band Sukatani "Bayar bayar bayar" berbuntut panjang.

Kini vokalis band Sukatani, Novi Chitra Indiyaki, harus dinonaktifkan dari jabatannya sebagai guru SD.

Melansir Kompas.com via TribunWow.com, penonaktifkan Novi sebagai guru pun langsung menuai perhatian publik, termasuk Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif.

Di sela-sela retret kepala daerah di Magelang pada Sabtu (22/2/2025), Fahmi mengunggah postingan tawaran kerja untuk Novi.

"Berkaitan isu yang beredar keluarnya Mbak Novi dari salah satu guru di sekolah dasar, Saya Fahmi Muhammad Hanif Bupati Kabupaten Purbalingga dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi jika Mbak Novi berkenan untuk mengabdi di sekolah di Kabupaten Purbalingga," ujar Fahmi, melalui akun Instagramnya @fahmihnf.

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Lansia Desa Kaidundu Gorontalo Ditemukan Meninggal Dunia di Perkebunan Kemiri

Sebelumnya, berdasarkan penelusuran Kompas.com di gtk.belajar.kemdikbud.go.id, Novi, yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu SD di Banjarnegara, Jawa Tengah, ternyata telah mengalami penonaktifan status di data pokok pendidikan (Dapodik).

Penonaktifan tersebut dilakukan oleh admin sekolah pada Kamis (13/2/2025) pukul 10.19 WIB.

Kepala Ombudsman RI Jateng, Siti Farida, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendalami polemik terkait pemecatan Novi.

Siti menegaskan komitmen Ombudsman untuk mengungkap secara transparan jika ditemukan adanya diskriminasi atau malaadministrasi dalam proses pemecatan tersebut.

“Ombudsman berharap semua pihak mengedepankan objektivitas, termasuk dari pihak sekolah atau Dinas Pendidikan dalam melakukan evaluasi dan pemberian sanksi, jika yang bersangkutan statusnya guru,” kata Siti melalui pesan tertulis pada Kompas.com.

Ia menambahkan bahwa sanksi yang diberikan harus berdasarkan proses peradilan yang berlaku di instansi terkait.

"Sanksi berat dapat diberikan jika yang bersangkutan telah diperiksa secara berkeadilan dan terbukti melakukan pelanggaran, atau dapat diberikan pembinaan jika hasil pemeriksaan tidak mengarah pada sanksi berat," jelas Siti.

Menurut Siti, kemerdekaan dalam mengekspresikan seni dan ide merupakan hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi.

Oleh karena itu, status Novi sebagai pegiat seni tidak dapat dijadikan alasan untuk pemberhentiannya sebagai guru.

"Respons Kapolri yang menyatakan Polri tidak anti kritik serta komitmen yang bersangkutan seharusnya menjadi pertimbangan dari kepala sekolah dalam memberikan sanksi jika yang bersangkutan adalah seorang yang berprofesi sebagai guru," tegas Siti.

Ia juga menambahkan bahwa sekolah merupakan bagian dari penyelenggaraan pelayanan publik, sehingga pengambil keputusan harus mendasarkan pada asas-asas pelayanan publik.

"Dinas Pendidikan setempat perlu hadir untuk menjernihkan permasalahan. Jika terbukti ada hak-hak yang dilanggar, harus diupayakan pemulihan, pemenuhan, dan perlindungan hak dimaksud," pungkasnya. 

Profil Band Sukatani

Sukatani dikenal sebagai band punk new wave dengan ciri khas yang sulit dilewatkan: lirik tajam, kritik sosial yang menggigit, dan penampilan bertopeng yang ekspresif. 

Grup ini digawangi oleh Alectroguy dan Twister Angel, dua musisi yang aktif di skena musik independen. 

Mereka kerap tampil di panggung-panggung underground dan membagikan karya-karya mereka di platform digital seperti Spotify dan YouTube. 

Didirikan pada Oktober 2022, Sukatani lahir dari keresahan terhadap berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat. 

Dalam beberapa wawancara, mereka menyebutkan bahwa musik adalah senjata mereka untuk menyuarakan ketidakadilan dan menyoroti persoalan yang sering terabaikan. 

Sebelum membentuk Sukatani, Twister Angel sudah malang melintang di dunia musik sejak 2013, menjadi vokalis di beberapa band di Purwokerto. 

Keinginan untuk menciptakan karya yang lebih bebas akhirnya membawanya menggandeng Alectroguy, dan lahirlah Sukatani.

Sukatani mengusung genre punk dengan sentuhan anarcho-punk, sebuah subgenre yang dikenal dengan sikap anti-otoritarian dan semangat anarki. 

Ciri khas mereka makin diperkuat dengan penampilan yang nyentrik: jaket kulit, manik-manik, spike, serta topeng kain panjang berwarna-warni. 

Musik mereka terinspirasi dari band anarcho-punk era 80-an dan gelombang awal proto-punk. 
Namun, beberapa pendengar juga merasakan nuansa post-punk dengan sensibilitas new wave dalam karya-karya mereka. 

Lebih dari sekadar band, Sukatani juga aktif dalam isu sosial dan lingkungan hidup. Identitas daerah asal mereka pun terasa kental, terutama lewat penggunaan dialek Banyumasan dalam lirik-lirik mereka. 

Album Gelap Gempita, yang dirilis pada 24 Juli 2023, menjadi contoh nyata dari ciri khas itu. Lirik-liriknya menyuarakan kritik politik yang tajam dan lugas, seperti dalam lagu berjudul Gelap Gempita. 

"Di dalam otak mereka hanyalah kekuasaan, di dalam hati mereka tak ada kepuasan, di dalam cara mereka terpampang kedzaliman." 

Sukatani mungkin sedang berada di tengah pusaran kontroversi, tapi bagi para penggemarnya, band ini tetap menjadi suara lantang dari Purbalingga yang tak takut berbicara soal ketidakadilan. (*)

 


Artikel ini dioptimasi dari Kompas.com dan TribunWow.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved