Minggu, 15 Maret 2026

Terkait Dugaan

Diduga Intimidasi Band Sukatani, Anggota Ditreskrimsus Polda Jateng Kini Diperiksa Polri

Pemeriksaan ini menyusul dugaan intimidasi terhadap band Sukatani yang mencuat akibat lagu kritis mereka berjudul Bayar Bayar Bayar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Diduga Intimidasi Band Sukatani, Anggota Ditreskrimsus Polda Jateng Kini Diperiksa Polri
TribunTrendz
FAKTA BAND SUKATANI - Potret band Sukatani diambil dari Instagram pada Sabtu (22/2/2025). Band Sukatani sering bagi-bagi sayuran ketika manggung. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Divisi Propam Polri tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah.

Pemeriksaan ini menyusul dugaan intimidasi terhadap band Sukatani yang mencuat akibat lagu kritis mereka berjudul Bayar Bayar Bayar.

Informasi ini dikonfirmasi melalui akun resmi X @Divpropam pada Jumat (21/2/2025). Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, juga membenarkan hal tersebut.

"Benar," ujar Abdul Karim kepada Warta Kota, Sabtu (22/2/2025).

Meski demikian, Abdul Karim tidak merinci jumlah anggota Ditressiber yang diperiksa.

Ia hanya menegaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh Korps Bhayangkara.

"Untuk memastikan profesionalisme dalam penanganan kasus ini, Biropaminal Divpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Ditressiber Polda Jateng guna mengklarifikasi permasalahan tersebut," demikian pernyataan dari akun resmi Divpropam.

Polri Tegaskan Komitmen terhadap Kebebasan Berekspresi

Menanggapi kontroversi yang berkembang di publik, Polri menyatakan komitmennya untuk tetap terbuka terhadap kritik yang membangun.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka menghargai kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis.

"Kami memahami pentingnya kebebasan berekspresi dan terus berkomitmen untuk memperbaiki diri guna memberikan pelayanan yang lebih baik," lanjut pernyataan tersebut.

Dikutip dari Tribun Jateng, pertemuan antara Polda Jawa Tengah dan band Sukatani terjadi di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, polisi menginterogasi dua personel Sukatani, yakni Muhammad Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel.

Interogasi dilakukan terkait alasan pembuatan lagu Bayar Bayar Bayar, yang berisi kritik terhadap institusi kepolisian.

Namun, setelah mendengar penjelasan dari band tersebut, polisi tidak mempermasalahkan lagu tersebut.

"Kami bertemu mereka di Banyuwangi setelah mereka konser di Bali. Jika hanya melalui komunikasi telepon, pembahasan kurang maksimal, sehingga kami sepakat bertemu langsung," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, Jumat (21/2/2025).

Menurut Artanto, pertemuan tersebut hanya bertujuan untuk memahami maksud lagu yang mereka buat.

Setelah menyadari bahwa lagu tersebut hanya bersifat kritik, polisi tidak melanjutkan permasalahan lebih jauh.

Isu Klarifikasi dan Penghapusan Topeng: Polisi Membantah Intervensi

Tak lama setelah pertemuan, video klarifikasi dari band Sukatani beredar luas di media sosial. Hal ini memicu spekulasi bahwa mereka ditekan oleh pihak kepolisian.

Namun, Artanto membantah adanya intervensi dalam pembuatan video tersebut.

"Tidak ada tekanan dari kami. Video klarifikasi itu murni inisiatif mereka sendiri sebagai bentuk tanggung jawab atas kritik yang mereka sampaikan," tegasnya.

Selain itu, Artanto juga menepis dugaan bahwa pihak kepolisian memaksa anggota band Sukatani untuk melepas topeng ikonik mereka.

"Tidak ada yang memaksa mereka membuka topeng," katanya.

Setelah klarifikasi dari band Sukatani, hasil pertemuan dengan Polda Jateng pun dilaporkan ke Mabes Polri.

Namun, Artanto tidak memberikan jawaban pasti apakah klarifikasi tersebut merupakan instruksi dari Mabes Polri atau inisiatif Polda Jateng sendiri.

"Kami tetap berkoordinasi dengan Mabes Polri dan melaporkan perkembangan situasi ini," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved