Harga Bahan Pokok
Jelang Ramadan di Gorontalo, Warga Kabupaten Bone Bolango Resah Harga Tomat dan Cabai Naik
Warga di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo resah dengan harga bahan pokok naik menjelang Ramadan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/aehtaerghea.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Warga di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo resah dengan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.
Ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga cukup drastis.
Pantauan TribunGorontalo.com, Kamis (20/2/2025) di Pasar Tradisional Tapa, Kabupaten Bone Bolango bahan pokok tersebut adalah cabai dan tomat.
Cabai di pasar ini mengalami lonjakan harga hingga Rp65 ribu per Kilogram (kg).
Meskipun harga ini sudah turun dibandingkan pada pekan lalu, namun saja harga ini masih terbilang di atas standar.
"Naik sekali rica pak," ujar Yahya Saleh, penjual cabai di pasar tersebut kepada TribunGorontalo.com, Kamis (20/2/2025).
Kata Yahya, rata-rata pedagang cabai di Pasar Tapa ini menjual dengan harga yang sama.
Lanjut kata Yahya, padahal harga cabai di pekan lalu mencapai Rp75 ribu per kg.
Namun, walaupun sudah mengalami penurunan harga, warga tetap berteriak.
Selain cabai, harga tomat pun mengalami kenaikan yang cukup drastis.
"Rata-rata tomat memang naik dari minggu kemarin, tapi naiknya tidak terlalu tinggi," ungkap Syarif Langsangole, pedagang tomat di Pasar Tapa.
Di lapak milik Syarif, tomat tersebut dibanderol dengan harga Rp20 ribu per kg.
Bahan pokok ini mengalami kenaikan dari minggu lalu sekitar Rp6 ribu hingga Rp8 ribu.
Sedangkan di lapaknya dipatok dengan harga Rp12-14 ribu per kg.
"Banyak pembeli yang kaget ketika tomat naik sekali, bahkan banyak yang tidak jadi membeli," ujarnya.
Sementara harga bahan pokok sedang naik, ada juga beberapa yang masih tetap berada di harga standar.
Bahan pokok tersebut seperti beras, minyak kelapa, bawang merah dan bawang putih.
"Beras masih sama dengan kemarin masih relatif stabil," ungkap Wiwin Yunus, pedagang beras di Pasar Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
Lanjut kata Wiwin, harga beras di lapaknya dibanderol Rp13-14 ribu per kg.
Jika ada yang ingin membeli per koli dibanderol dengan harga Rp670 ribu.
Kata Wiwin, beras ini tidak akan mengalami kelangkaan dan kenaikan harga hingga Ramadan nanti.
Pasalnya saat ini, beberapa petani di Gorontalo pun masih memasuki masa panen.
"Kalau menurut saya tidak akan langka, kan masih semetara panen para petani ini, jadi harga masih murah," bebernya.
Sementara itu, Yusuf Saleh pembeli di Pasar Tapa mengeluhkan harga rica dan tomat naik sangat tinggi.
Cabai merupakan bahan pokok yang paling diminati oleh warga Gorontalo.
Sehingga kenaikan harga cabai ini pun sangat disoroti.
"Naik sekali pak, kami kaget kenapa langsung melambung tinggi, kalau tomat tidak begitu banyak yang memakannya paling sekali-kali tai kalau rica hampir semua warga suka," tegasnya.
Hal yang sama disampaikan Ulan Supu, bahwa harga rica ini di mana-mana naik.
Sehingga ia meminta pemerintah untuk mencarikan solusi, ia khawatir bukan hanya rica dan tomat akan baik tapi beberapa bahan pokok lain juga akan ikut naik.
"Semoga pemerintah ada solusi, karena takutnya bahan pokok lain juga akan naik," tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.