Pelantikan Gubernur Gorontalo
Isi Lengkap Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Melantik 961 Kepala Daerah
Pada kesempatan ini, Prabowo turut berpesan kepada kepala daerah yang dilantik agar membela kepentingan rakyat.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PIDATO-PRESIDEN-Presiden-RI-Prabowo-Subianto-saat-berpidato-di-depan-961-kepala.jpg)
Ini saya kira adalah momen bersejarah pertama kali di negara kita, kita lantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 walikota, 85 wakil walikota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah.
Dilantik serentak di Istana Merdeka oleh Kepala Negara.
Saudara-saudara sekalian ini juga menunjukkan kepada kita sekalian betapa besar bangsa kita dan juga bahwa bangsa kita yang demikian besar, yang keempat terbesar dari jumlah penduduk di seluruh dunia, bahwa kita memiliki demokrasi yang hidup, demokrasi yang berjalan, demokrasi yang dinamis.
Saudara-saudara yang bediri di depan saya berasal dari partai-partai yang berbeda-beda, saudara-saudara telah melaksanakan suatu kampanye yang tidak ringan.
Saudara telah turun ke rakyat. Saudara telah meminta kpercayaan rakyat dan alhamdulillah saudara berhasil meraih kepercayaan rakyat masing-masing.
Saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat.
Saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka. Itu adalah tugas kita.
Walaupun kita mungkin berasal dari partai yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, dari suku yang berbeda-beda tapi kita telah lahir dalam keluarga besar nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar merah putih, keluarga besar Bhineka Tunggal Ika, walau kita berbeda-beda tapi kita satu.
Saudara-saudara sekalian, saya kira saya tidak akan lama karena kita akan jumpa dalam retret yang akan diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang.
Saya akan jumpa saudara di situ dan mudah-mudahan sodara akan kuat digembleng.
Yang ragu-ragu boleh mundur.
Saya kira demikian yang ingin sampaikan. Marilah kita mengabdi pada rakyat kita. berbuat yang terbaik untuk rakyat kita.
Merdeka
Merdeka
Merdeka
(*)