Ramadan 2025

Pemda Gorontalo Pastikan Ketersedian Pangan Jelang Ramadan 2025, Harga Beras Masih Stabil

Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo pastikan ketersediaan stok pangan hingga Ramadan 2025.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Dok. Kompas.com
HARGA PANGAN: Foto beras, diambil dari Kompas.com, Kamis (19/2/2025). Pemda Gorontalo memantau ketersediaan pangan hingga harga beras menjelang ramadan 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo pastikan ketersediaan stok pangan hingga Ramadan 2025.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, Hermanto Feybie Asona, Rabu (19/2/2025).

"Untuk hasil monitoring untuk ketersediaan pangan jelang bulan suci Ramadan itu relatif stabil," ungkapnya dihubungi TribunGorontalo.com, Kamis.

Meski demikian ada beberapa komoditas yang mulai menunjukan kenaikan harga dari cabe merah, cabe rawit serta tomat.

"Dari 11 komoditas yang dipantau oleh dinas ketahanan pangan hanya ada beberapa komoditas yang mulai menunjukan kenaikan harga," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo Demo Singgung Tunjangan hingga Dugaan Pungli

Oleh karena itu Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo bersama dengan Badan Ketahanan Pangan Nasional akan menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah.

"Selain itu kami telah melakukan rapat koordinasi (rakor) akan ada operasi pasar dan gerakan pangan murah," jelasnya.

Kegiatan ini akan dimotori oleh Bulog dan bekerja sama dengan beberapa pihak-pihak terkait.

Hermanto memastikan tidak akan ada lonjakan harga beras saat Ramadan.

"Karena kita akan melakukan operasi pasar, itu yang akan dilakukan ketika lonjakan harga khusus untuk beras," terangnya.

Langkah kongkret yang akan diambil pemerintah yaitu pada tanggal 24 Februari 2025 akan melaksanakan gerakan pangan murah dan operasi pasar secara serentak di Indonesia.

Fokus kegiatan ini yaitu beras SPHP, perlu diketahui beras ini digelontorkan oleh Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. 

Beras ini merupakan program intervensi pemerintah untuk meredam kenaikan harga beras. 

"Fokus operasi pasar dan gerakan pangan murah ini itu beras SPHP, minyak kita dan gula," tegasnya.

Ia berharap, intervensi pemerintah bisa mencegah lonjakan harga saat ramadan. Sehingga masyarakat Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo tidak khawatir dengan adanya kenaikan harga pangan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved