Berita Gorontalo
Panen Padi di Telaga Gorontalo Melimpah, Potensi Pendapatan Petani Rp 2,3 Miliar
Panen kali ini dianggap berhasil lantaran hasil panennya cukup memuaskan. Hal itu seperti yang diungkapkan Pengelola Gilingan, Risno Jafar
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PANEN-PADI-DI-GORONTALO-Petani-di-tempat-penggilingan-padi-Desa-Hulawa-Kecamatan-Telaga.jpg)
Ramdhan Pade, Kadis DKP Provinsi Gorontalo menjelaskan ketersediaan stok beras di Provinsi Gorontalo sangat mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan suci Ramadhan.
"Jadi posisi kita untuk stok beras aman," ungkap Ramdhan, Rabu (12/2/2025).
Hal itu kata Ramdhan berdasarkan hasil rapat bersama pihak Dinas Pertanian dan Bulog Gorontalo.
Saat ini kata Ramdhan, Gorontalo telah panen beras dan gabah sekira 7.000 sekian hektar.
"Total ada sekitar 20 ribu ton stok beras kita," tukasnya.
Padahal kebutuhan masyarakat Gorontalo setiap bulannya hanya berada di angka 11 ribu ton.
Artinya terjadi surplus ketersediaan beras sebesar 9 ribu ton.
Belum lagi lanjut Ramdhan, memasuki bulan Maret 2025, sejumlah daerah akan masuk pada masa panen.
"Jadi kalau stok ketersediaan cukup," imbuhnya.
Selain ketersediaan, Ramdhan mengaku saat ini kondisi harga beras masih kondusif tanpa ada gejolak yang signifikan.
Tak hanya beras, pemantauan harga pada komoditas lain juga dinilai masih normal.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan turun ke sejumlah pasar-pasar besar melihat langsung ketersediaan di lapangan.
"Nanti akan turun ke Pasar Sentral dan Pasar Limboto, melihat langsung komoditas seperti beras, cabe, minyak goreng. Kita memastikan apakah terjadi kelangkaan atau tidak," jelasnya.
Perihal pasar pangan murah, Ramdhan belum bisa memastikan pelaksanaan.
Sebelumnya dalam menghadapi HBKN telah direncanakan gelaran pasar pangan murah.
"Kemarin masih ada tanda bintang, jadi belum bisa kita laksanakan padahal sudah direncanakan," pungkasnya.
Biasanya kata Ramdhan, pasar pangan murah digelar dari alokasi APBN.
"Nanti kita cari solusi lain apakah kerjasama dengan mitra atau bagaimana," pungkasnya. (*/Jian)