Kecelakaan Delta Air Lines
Kotak Hitam Pesawat Delta Air Lines yang Terbalik di Toronto Dikirim ke Lab untuk Analisis
Insiden ini kembali mengingatkan dunia akan pentingnya keselamatan penerbangan, sekaligus menjadi pengingat betapa besarnya peran pilot, kru pesawat,
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Puing-puing-pesawat-CRJ900-yang-dioperasikan-Delta-Air-Lines-tergeletak.jpg)
"Pesawat kemudian memantul dan terasa seperti akan terangkat kembali. Lalu kami miring, meluncur di sisi pesawat selama beberapa saat, sebelum akhirnya terbalik."
Koukov dan seorang penumpang wanita di sebelahnya tetap tenang dan perlahan menurunkan diri dari tempat duduk mereka yang kini berada di atas.
"Kami tidak berbicara sepanjang penerbangan, tapi setelah itu, kami hanya saling berpelukan selama 10 detik," kenangnya.
"Lalu kami berkata, ‘Oke, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Kita harus keluar dari sini.’"
Seluruh Penumpang Selamat, Tapi Toronto Pearson Lumpuh
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
Dari 21 orang yang dilarikan ke rumah sakit, 19 telah diperbolehkan pulang.
CEO Bandara Pearson, Deborah Flint, memuji kerja keras awak kabin dan tim penyelamat yang memastikan semua penumpang selamat.
Namun, dampak kecelakaan ini masih terasa. Puing-puing pesawat diperkirakan akan tetap berada di area bandara selama 48 jam, menyebabkan dua landasan ditutup sementara.
Situasi diperparah oleh badai salju akhir pekan lalu yang menumpahkan lebih dari 22 cm salju di Toronto, mengganggu operasional penerbangan.
Air Canada, maskapai terbesar di Kanada, mengungkapkan bahwa mereka telah membatalkan sekitar 1.290 penerbangan dalam enam hari terakhir.
Pemulihan penuh layanan diperkirakan masih memerlukan beberapa hari lagi, tergantung pada kondisi cuaca.
"Kami memperkirakan perlu waktu beberapa hari lagi sebelum kembali beroperasi secara normal," kata Craig Landry, Chief Operating Officer Air Canada.(*)