Berita Viral

Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Belasan Warung di Jambi Dibakar Emak-emak

Belasan warung di Jambi dirusak hingga dibakar emak-emak gegara diduga menjadi sarang prostitusi.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Belasan Warung di Jambi Dibakar Emak-emak
KOMPAS.com/ KURNIA SAND
SARANG PROSTITUSI - Ratusan emak-emak Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, membakar warung yang diduga tempat prostitusi di Km 56 desa setempat, Selasa (18/2/2025) malam. warung itu dihancurkan hingga dibakar. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Belasan warung di Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernanm Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi dirusak hingga dibakar oleh emak-emak.

Hal itu disebabkan warung tersebut diduga menjadi sarang prostitusi.

Tak heran tempat itu menjadi persinggahan para suami.

Pria hidung belang pun kerap mendatangi warung-warung tersebut.

Baca juga: Bobby Nasution Bakal Dilantik Jadi Gubernur di Usia 33 Tahun, Jadi Termuda se-Indonesia

Dilansir dari Tribunnews.com, belasan warung itu dihancurkan hingga dibakar.

Sisanya tak jadi dibakar lantaran pemilik warung melarikan diri.

Sementara warung remang-remang yang ada pemiliknya tidak dihancurkan.  

Sebab para pemilik warung berjanji akan membongkarnya sendiri. 

Kepala Desa Suko Awin Jaya, Idawati, mengatakan warung remang-remang di Jalan Lintas Timur Jambi-Riau Km 56 sudah berdiri sejak belasan tahun lalu. 

Selain jadi tempat mabuk-mabukan, warung remang-remang yang dibakar itu juga menjadi tempat prostitusi terselubung, sehingga meresahkan warga.

Baca juga: Sosok 4 Tersangka Dugaan Pemalsuan Dokumen Kasus Pagar Laut di Tangerang, Ada kades hingga Sekdes

"Lokasi ini sebelumnya juga telah dirazia oleh pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja, namun tetap nekat beraktivitas," ujar Idawati. 

Kasi Humas Polres Muaro Jambi, AKP Saaludin memastikan selama aksi warga, tidak terjadi kericuhan.

"Kami akan terus memantau perkembangan dari kejadian ini. Dan juga ke depannya pihak kepolisian akan terus memantau warung warung yang dijadikan tempat prostitusi akan segera kami tindaklanjuti," tandasnya. 

Puncak Kekesalan

Pantauan Tribun, warung remang-remang di Jalan Lintas Timur Jambi-Riau Km 56 itu luluh lantak akibat dibakar warga yang didominasi emak-emak.

"Banyak hidung belang termasuk suami mereka yang mampir," ujar seorang emak-emak.

Keterangan warga setempat, belasan warung remang-remang itu jadi tempat pemuas nafsu pria hidung belang atau tempat prostitusi.

Baca juga: Pasutri di Sleman Ditemukan Tewas Dalam Mobil, Polisi Ungkap Penyebabnya

"Sudah berlangsung belasan tahun," tutur warga.

Sarjina, warga setempat, mengatakan ada 11 warung remang-remang di sepanjang Jalintim Jambi - Riau yang dibongkar dan dibakar.

Massa yang ikut dalam aksi tersebut sebagian besar kalangan emak-emak.

Pembongkaran dan pembakaran ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap aktivitas warung remang-remang yang tidak mengindahkan peringatan warga.

"Mereka sudah diperingatkan untuk menutup kegiatan prostitusi. namun tidak diindahkan oleh pemilik warung. Karena kesal, warga pun hari ini menghancurkannya dengan cara dibongkar dan dibakar," katanya. 

Warung Remang-remang di Pantura Dirobohkan

Kasus hampir serupa juga terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Namun warung remang-remang di jalur Pantura itu tidak dibakar melainkan dirobohkan oleh petugas gabungan dari Satpol PP, TNI-Polri, hingga Dinas Sosial Batang, Jawa Tengah.

Baca juga: Kades Kohod Arsin Jadi Tersangka Kasus Pagar Laut Tangerang Banten, Terungkap Perannya

Peristiwa itu terjadi, Rabu (13/9/2023).

Diduga, puluhan warung remang-remang tersebut jadi tempat prostitusi.

Pembongkaran warung remang-remang tersebut melibatkan dua alat berat dan ratusan anggota.

Selain menempati lahan secara ilegal milik Balai Besar Pelaksana Jalan nasional wilayah I Jateng DIY, warung-warung itu juga diduga digunakan sebagai tempat prostitusi.

Total terdapat 60 warung yang dibongkar yang berada di sepanjang 1 kilometer di Jalan Pantura Kandeman Batang.

Puluhan aparat gabungan yang disiapkan langsung menjebol dinding dan atap puluhan warung tersebut.

"Bangunan hingga saat ini tidak ada izinnya, dan ada indikasi digunakan untuk hal-hal yang kurang baik.

Maka kami bersinergi dengan Pemkab Batang melakukan penertiban bangunan liar yang berada di ruang milik jalan,"tutur Asisten Barang Milik Negara dan lahan, Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1 Jateng DIY, Anggo Puguh Nugroho, Rabu (13/9/2023).

Baca juga: Cek Spesifikasi Menarik dari Xiaomi Redmi 14C 5G, Harga HP Hanya Dibanderol Rp1 Jutaan

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batang Muhammad Masqon mengatakan sosialisasi warung-warung yang berada di lahan Balai Besar Pelaksana Jalan nasional wilayah I Jateng DIY sudah dilakukan sejak setahun kemarin.

Selain itu, warung tersebut juga diduga menyalahi Perda Kabupaten Batang.

"Warung remang-remang ini juga terkesan kumuh, dan di situ kami pernah operasi Miras juga mendapati beberapa penjual miras disini," ujarnya.

Tidak hanya itu, pada tahun-tahun kemarin saat Covid-19 dilakukan operasi juga menemukan praktik prostitusi meskipun tidak semua warung.

"Pada Minggu kemarin kita sudah sosialisasi door to door, kita temui masyarakat atau pemilik warung kita tempel pamflet bahwa akan dibongkar pada 13 September, maka pemilik bangunan untuk membongkar sendiri yang paling lambat tanggal 12 September," tandasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved