Minggu, 15 Maret 2026

Efisiensi Anggaran

Efisiensi Anggaran Kementerian : PNS Mengalami Kesulitan, Beli Galon Patungan hingga Lampu WC Redup

PNS yang berkantor di instansi pusat yang berada di Jakarta Selatan itu menilai jika pemakaian listrik dan lift lebih dihemat justru baik

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Efisiensi Anggaran Kementerian : PNS Mengalami Kesulitan, Beli Galon Patungan hingga Lampu WC Redup
tribunmedan.com
EFISEINSI ANGGARAN - Efisiensi Anggaran Kementerian : PNS Mengalami Kesulitan, Beli Galon Patungan hingga Lampu WC Redup. PNS yang berkantor di instansi pusat yang berada di Jakarta Selatan itu menilai jika pemakaian listrik dan lift lebih dihemat justru baik. 

Efisiensi perjalanan dinas 

Untuk perjalanan dinas, kantor tempat Ratna bekerja pun menerapkan efisiensi perjalanan dinas luar kota.  

Sementara itu untuk dinas dalam kota harus menggunakan kendaraan operasional kantor saja.

Ratna mengungkapkan, perjalanan dinas luar kota mayoritas akan diganti dengan Zoom meeting.

Baca juga: Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Diserahkan ke Polisi, Polresta Gorontalo Kota Belum Buka Suara

"Kecuali urgent dan mengharuskan hadir secara langsung di luar kota. Itu pun dilakukan dengan selektif," tegasnya.

"Kami juga diminta untuk mengefektifkan papperless, dan online (elektronik), meminimalisir penggunaan kertas untuk surat dinas dan lain-lain, karena ditiadakan anggaran untuk ATK," tambah Ratna.

Listrik dipadamkan

Sementara itu, ASN yang berkantor di Jakarta Pusat, Nadya (bukan nama sebenarnya), mengatakan instansinya menerapkan penghematan untuk air minum dan tisu toilet.

 Selain itu, jam kerja menjadi lebih ketat, yakni pukul 07.30 WIB sampai 16.00 WIB.

"Efisiensi yang terasa untuk penghematan air minum, pemakaian tisu toilet," ungkap Nadya pada Jumat.

"Jam kerja pada 07.30-16.00, di luar jam tersebut, listrik dipadamkan tapi dengan diberitahu dulu ke pegawai," katanya.

Meski terpaksa cepat beradaptasi dengan kebijakan efisiensi, para ASN masih menyimpan harapan agar anggaran yang dipotong bisa digunakan secara maksimal.

Menurut Ratna, ia ingin agar anggaran yang disebut akan dialokasikan untuk program makan bergizi gratis bisa lebih tepat sasaran.

"Harapannya efisiensinya ini bisa maksimal, tepat sasaran untuk pemenuhan makan bergizi buat anak dan ibu hamil. Karena saya juga punya anak yang menikmati makan bergizi di sekolahnya," ungkap Ratna.

Selain itu, Ratna juga berharap agar efisiensi tidak sampai merambah atau mengurangi gaji ke-13 dan THR (gaji ke-14).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved