Sabtu, 7 Maret 2026

Maling Diamuk Warga

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Diserahkan ke Polisi, Polresta Gorontalo Kota Belum Buka Suara

Polresta Gorontalo Kota belum buka suara perihal pria terduga pelalu curanmor yang tewas.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Diserahkan ke Polisi, Polresta Gorontalo Kota Belum Buka Suara
Kolase TribunGorontalo.com/Tangkapan layar FB
PRIA TEWAS: Kolase foto seorang pria berinisial RL, warga Manado, Sulawesi Utara, diduga meninggal dunia usai ditangkap warga, dan Masjid Al-Jauhar yang sempat dijadikan tempat persembunyian RL untuk menghindari amukan massa. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak Polresta Gorontalo Kota belum buka suara perihal pria terduga pelalu curanmor yang tewas.

Diketahui pria berinisial RL, warga Manado, Sulawesi Utara, diduga meninggal dunia usai diserahkan warga ke polisi.

Sebelumnya beredar isu bahwa RL diamuk massa.

Namun isu itu dibantah langsung oleh warga Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Menurut Hartono Badaru alias Impo mengaku sempat berkomunikasi langsung dengan terduga pencuri saat bersembunyi di atap Masjid Al Jauhar.

"Tidak ada satu pun warga yang memukul maling itu. Kalau dibilang meninggal karena diamuk massa, pertanyaannya, massa yang mana?" ujar Impo kepada TribunGorontalo.com, Minggu (16/2/2025) sore.

Impo menuturkan bahwa ia sendiri yang membujuk pelaku agar mau turun dari atap masjid. Ia bahkan memberikan jaminan keselamatan kepada pelaku agar tidak dianiaya warga.

MASJID AL-JAUHAR - Foto masjid Al Jauhar di Kampung Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Minggu (16/2/2025). Masjid ini sempat jadi tempat persembunyian terduga pelaku pencurian motor. (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang).
MASJID AL-JAUHAR - Foto masjid Al Jauhar di Kampung Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Minggu (16/2/2025). Masjid ini sempat jadi tempat persembunyian terduga pelaku pencurian motor. (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

"Saya yang bicara langsung dengan dia di atas atap. Saya bilang, tidak ada yang akan memukul, saya yang jadi jaminannya," ungkapnya.

Setelah merasa aman, pria tak berbaju itu akhirnya turun dari atap masjid. 

"Saat kami serahkan ke polisi, dia baik-baik saja, tidak ada luka, wajahnya masih mulus. Tidak ada memar sama sekali. Warga tidak mengeroyoknya," tegas Impo.

Warga Kampung Bugis kini bertanya-tanya bagaimana pelaku bisa meninggal setelah diamankan polisi. Mereka merasa difitnah dan tidak terima dituduh sebagai penyebab kematian pelaku.

"Kami heran, kok bisa meninggal? Saat kami serahkan ke polisi, dia dalam keadaan sehat. Kami tidak tahu apa yang terjadi setelah itu, yang jelas bukan karena dikeroyok warga," jelasnya.

Warga berharap pihak berwenang segera memberikan klarifikasi terkait penyebab kematian pelaku agar tidak ada kesalahpahaman yang merugikan masyarakat Kelurahan Bugis.

Pendapat serupa dilontarkan Marbot Masjid Al-Jauhar, Abin.

CURANMOR KAMPUNG BUGIS : Abin, Penjaga Masjid Al-Jauhari, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (15/2/2025). Pelaku curanmor nyaris diamuk warga.
KETERANGAN SAKSI : Abin, Marbot Masjid Al-Jauhari, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, saat ditemui TribunGorontalo.com Sabtu (15/2/2025). Abin menunjukkan benda yang digunakan RL saat bersembunyi di atap masjid. (Herjianto Tangahu / TribunGorontalo.com)

Ia menegaskan bahwa pelaku saat ditangkap masih dalam kondisi sehat dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved