Sabtu, 14 Maret 2026

Cerita Legenda

Cerita Legenda Raja Blongkod di Dunggala Gorontalo, Makam Dijaga Kucing Hitam Berkalung Emas

Hasman Bula (50), warga Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, menceritakan legenda Raja Blongkod.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Legenda Raja Blongkod di Dunggala Gorontalo, Makam Dijaga Kucing Hitam Berkalung Emas
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
RAJA BLONGKOD: Potret makam Raja Blongkod yang terletak di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (15/2/2025). Makam ini menyimpan misteri yang hingga kini belum terpecahkan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Hasman Bula (50), warga Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, menceritakan legenda Raja Blongkod.

Makam Raja Blongkod diketahui menyimpan cerita yang saat ini masih diyakini masyarakat setempat.

Makam itu berada di kawasan milik keluarga Bula dan Talani.

Lokasi makam diberi penanda yang dibuat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo.

Makam Blongkod sebetulnya dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Makam Raja Atinggola.

Hasman merupakan anggota keluarga pemilik lahan, menjelaskan bahwa Makam Raja Blongkod ini sudah ada sejak ia masih anak-anak.

"Makam Raja Blongkod ini sudah ada sebelum Islam masuk ke Gorontalo, itu terlihat dari bentuk makam tidak menyerupai kuburan Islam yang menghadap ke arah Kiblat," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa Raja Blongkod dulunya memerintah di pesisir Utara Sulawesi.

Selain itu, ia pernah memimpin Wilayah Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.

Nama Blongkod sendiri merupakan kesamaan dari bahasa Gorontalo yang artinya 'Bulonggodu' atau guntur.

Penyebutan nama tersebut konon menurut legenda Raja Blongkod ini memiliki kesaktian. Pedang miliknya mengeluarkan petir yang menyala-nyala.

"Raja Blongkod ini memiliki ilmu di pedangnya, jadi pedangnya itu aka mengeluarkan api seperti petir jadi sama versinya dengan guntur," jelasnya.

"Pedang ini dipakai untuk melawan musuh-musuhnya, jadi dia ini dulunya sangat ditakuti," terang Hasman.

Ia menuturkan, alasan Raja Blongkod atau Atingola sampai dikubur di sini karena dulu mereka pindah dari Atingola, Kabupaten Gorontalo Utara untuk menghindari perselisihan.

Hanya saja beberapa diantaranya mengatakan bahwa kenapa ia dimakamkan di Bone Bolango karena dulunya ia merupakan seorang Raja Bolango.

Sehingga menetap di Desa Dunggala Kabupaten Gorontalo bersama keluarga dan prajuritnya.

Namun beberapa paham lain bahwa di masa hidup Raja Blongkod, islam sudah berjaya di Gorontalo.

Raja Blongkod pindah dari Atinggola karena adanya penjajahan Belanda. 

Baca juga: Polisi Selidiki Pelaku Pembuang Bayi Perempuan di GORR Gorontalo

Selain itu, bukti kuat juga menurut penuturan beberapa warga ditemukan tombak menyerupai bentuk tulang yang bertuliskan huruf arab. Ini menandakan Islam memang sudah ada sejak dulu di Gorontalo.

Ia melanjutkan, di sekitar makam Raja Blongkod dulunya terdapat makam-makam prajurit. Sayangnya, lambat laun jejak makam itu hilang.

Apalagi lokasi tersebut merupakan perkebunan milik warga yang saat ini sudah ditanami pohon pepaya.

"Di sekitar makam ini ada kuburan keluarga juga panglima atau prajurit hanya saja sudah tidak kelihatan, tinggal pecahan batu yang masih sedikit terlihat," bebernya.

Hasman tak banyak bercerita soal kehidupan Raja Blongkod, karena ada banyak cerita dengan versi masing-masing.

Hingga kini, kisah makam Raja Blongkod masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Namun menurut informasi cukup kuat, Raja Blongkod dipercaya pernah memerintah Pohalaa atau Kerajaan Atinggola dan Bintauna.  

Diyakini warga, bentuk makam yang menyerupai mahkota dengan sudut kerucut itu emiliki nilai status ekonomi sosial yang tinggi. Masyarakat terdahulu percaya keberadaan makam Raja Blongkod.

Sementara di samping-sampingnya itu merupakan permaisuri dari Raja Blongkod.

Namun beberapa kuburan hingga kini belum diketahui pasti asal-usul keempat makam tersebut.

Makam Raja Blongkod juga konon katanya dijaga oleh kucing hitam berkalung emas.

Makam ini strukturnya menggunakan batu karang yang sangat kuat.

Meski dilihat modelnya memiliki desain zaman dulu, tidak dicat agar menjaga keaslian dari makam tersebut.

Makam ini juga dipagari dengan kawat besi. Ada tempat duduk yang dikhususkan bagi pengunjung.

Kemudian terdapat gapura yang bertulisan Cagar Budaya Makam Raja Blongkod, artinya yang dilindungi.

Makam ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dengan SK Menteri PM.10/PW.007/MKP/210 dan telah dilakukan pemagaran dan pembuatan papan situs BPCB Gorontalo pada tahun 2012. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved