Rabu, 18 Maret 2026

Penemuan Bayi di Gorontalo

6 Fakta Penemuan Bayi Perempuan di GORR Gorontalo, Sempat Disangka Makhluk Halus

Sejumlah fakta menarik terungkap dalam penemuan bayi perempuan di Gorontalo Outter Ring Road (GORR).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 6 Fakta Penemuan Bayi Perempuan di GORR Gorontalo, Sempat Disangka Makhluk Halus
TribunGorontalo.com
PENEMUAN BAYI: Foto bayi dirawat oleh warga. Bayi perempuan ditemukan di GORR pada Sabtu (15/2/2025) pagi. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah fakta menarik terungkap dalam penemuan bayi perempuan di Gorontalo Outter Ring Road (GORR).

Momen menghebohkan ini terjadi sekira pukul 08.00 WITA di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (15/2/2025).

Berikut fakta-fakta penemuan bayi cantik di GORR sebagaimana dirangkum TribunGorontalo.com.

Sempat disangka sosok makhluk halus

Sebelum bayi ditemukan, warga setempat mendengar suara tangisan anak kecil menjelang magrib, pada Jumat (14/2/2025) sekira pukul 17.30 WITA.

Menurut Mustapa, warga setempat, Yasin dan Irwan yang mendengar suara itu sempat mengira sang bayi adalah sosok makhluk halus.

Pasalnya, lokasi GORR sering dikaitkan dengan kejadian-kejadian mistis. 

Oleh karena itu, dua warga itu memilih  mengabaikan suara tangisan bayi.

Bayi ditemukan oleh warga

Bayi malang ini akhirnya ditemukan oleh Yasin Igirisa (48) dan Irwan Djakaria (49), warga Desa Ombulo, pada Sabtu (15/2/2025).

Kala itu, Yasin dan Irwan hendak pergi ke kebun dan melewati GORR.

Kemudian mereka kembali mendengar suara tangisan bayi.

Kali ini keduanya memutuskan untuk mencari sumber suara dan menemukan seorang bayi perempuan yang diletakkan di dalam sebuah kardus.

"Nanti pagi-pagi sekali, saat mereka akan pindah sapi, mereka masih mendengar suara itu," jelas Mustapa.

Bayi ditemukan dalam kondisi kepalanya diikat dengan seutas kain menyerupai jilbab.

Bayi itu ditemukan di dekat deker jalan.

Yasin dan Irwan lalu mengangkat tubuh bayi itu dan membawanya ke rumah warga dekat GORR.

Bayi ditangani bidan desa

Bayi kemudian ditangani oleh bidan Desa Ombulo, Titi Santri.

"Saya langsung menjemput bayi itu setelah mendapat kabar dari masyarakat," ujar Titi kepada TribunGorontalo.com, Sabtu.

Setelah memeriksa kondisi bayi, Titi segera membawanya ke Puskesmas Limboto Barat untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi tersebut memiliki berat 3 kilogram dan panjang 48 cm, yang masih dalam kategori normal.

Dugaan bayi dibuang setelah dilahirkan

Titi memprediksi bayi itu baru lahir sekitar satu hari sebelum ditemukan.

"Memang ada warga yang sempat mendengar tangisan bayi sejak Jumat sore, tetapi baru dicek kembali pada Sabtu pagi. Saat dicek, ternyata benar, ada bayi yang ditinggalkan," jelas Titi.

Ia menduga bayi tersebut telah semalaman berada di lokasi GOR dalam kondisi kedinginan.

Beruntung, bayi segera mendapatkan pertolongan medis setelah dibawa ke puskesmas. 

"Tali pusarnya sudah dipotong, dan bayi telah diberikan vaksin hepatitis serta suntikan untuk memastikan kesehatannya. Selain itu, bayi juga sudah diberikan susu," tambahnya.

Saat ini, bayi tersebut sementara dirawat di rumah Titi Santri untuk pemulihan lebih lanjut.

Polisi buru orang tua pembuang bayi

Saat ini pihak kepolisian tengah memburu orang tua pembuang bayi di GORR.

Polisi sempat mendatangi kediaman Titi untuk melihat kondisi bayi.

Saat ini penyelidikan sementara dilakukan guna menemukan orang tua atau pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut.

Ratusan warga ingin adopsi bayi

Lebih dari 100 warga telah mengajukan diri untuk mengadopsi bayi yang ditemukan di GORR.

Mustapa Anwar (43), warga setempat, menyebut bahwa belum lama setelah bayi tersebut ditemukan, banyak masyarakat yang telah mendaftarkan diri untuk mengadopsinya.

"Baru ditemukan sudah banyak yang ingin mengadopsi, mungkin sudah lebih dari seratus," ungkapnya saat diwawancarai Tribun Gorontalo.

Menurut Mustapa, bayi tersebut memiliki wajah yang cantik dan imut, sehingga banyak keluarga yang tertarik untuk merawatnya.

Bahkan, peminat adopsi tidak hanya berasal dari wilayah Limboto Barat, tetapi juga dari kecamatan lain, di antaranya warga Batudaa.

"Keluarga saya saja ingin mengadopsi," ungkap Mustapa. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved