Minggu, 8 Maret 2026

Berita di Gorontalo

Warga Tuladenggi Gorontalo Keluhkan Pembangunan Pondasi Lapangan Halangi Jalan ke Rumah

Moh Fahri Ali (30) warga Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo protes soal pembangunan proyek pondasi di Lap

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Warga Tuladenggi Gorontalo Keluhkan Pembangunan Pondasi Lapangan Halangi Jalan ke Rumah
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
PEMAGARAN LAPANGAN - Moh Fahri Ali (30) warga Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo protes soal pembangunan proyek pondasi di Lapangan Tuladenggi.Akibatnya, akses untuk mobil bahkan sepeda motor tak bisa lagi melalui jalan ini. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Moh Fahri Ali (30) warga Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo protes soal pembangunan proyek pondasi di Lapangan Tuladenggi.

Kendaraan tidak tak bisa lagi melalui jalan ini. Padahal jalan ini menjadi akses satu-satunya ke rumah.

Menurutnya, proyek itu tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan.

"Pemagaran ini sudah berlangsung seminggu yang lalu, di rumah yang terisolasi ada ibu saya yang sedang sakit dan sulit berjalanan," ungkapnya kepada Tribun Gorontalo, Rabu (12/2/2025).

Katanya, masalah ini sudah sempat dikeluhkan ke pemerintah setempat dan sudah dimediasi bersama camat dan kepala desa.

Camat tersebut hanya menyarankan mobil miliknya di parkir di Rumah Dinas Camat Telaga Biru yang jaraknya 4 kilo meter.

"Mobil pick up tersebut biasa juga digunakan ayah saya untuk membantu pekerjaan namun mobil itu harus di parkir sangat jauh," jelasnya.

Dia mengungkapkan sebelumnya sudah mengeluhkan hal ini juga ke Tribun Gorontalo. Pekerjaan sempat berhenti tapi akses jalan kenderaan roda empat dan tiga belum bisa dilalui.

"Semenjak masuk tribun, pekerjaan pemagaran sudah berhenti pak, hanya saja akses jalan kendaraan roda empat dan tiga, tidak bisa, roda dua pun bisa cuman harus putar jauh," tegasnya.

Ia menambahkan juga bahwa masalah ini telah kembali dikonfirmasi ke kades dan camat hanya saja belum ada solusi yang diberikan.

"Katanya bakal ada mediasi cuma belum ada sampai saat ini," jelasnya.

Ia juga menuturkan untuk lapangan itu bukan merupakan aset desa. Sehingga ia mempertanyakan kewenangan pihak desa tersebut.

"Setau saya tanah lapangan Telaga Biru bukan aset desa," imbuhnya.

Ia juga menyesalkan pengerjaan itu atas sepengetahuan kades dan camat.

"Padahal pemagaran tersebut atas sepengetahuan kepala desa dan camat," katanya.

Ia mengharapkan agar kades dan camat cepat bertindak untuk menangani masalah ini. Sebab, ia merasa dirugikan atas pengerjaan proyek tersebut.

TribunGorontalo.com masih melakukan konfirmasi ke pemerintah desa. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved