Sabtu, 7 Maret 2026

Kecelakaan Mobil BBM

Berat Muatan Minyak, Mobil BBM Kecelakaan di Pontolo Gorontalo Utara Sulit Dievakuasi

Menurut seorang aparat, saat ini masih dicari cara terbaik untuk mengevakuasi mobil ini tanpa menimbulkan risiko tumpahan BBM atau kebakaran.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Berat Muatan Minyak, Mobil BBM Kecelakaan di Pontolo Gorontalo Utara Sulit Dievakuasi
TRIBUNGORONTALO/EFRIET S MUKMIN
KECELAKAAN MOBIL - Mobil tangki kecelakaan di Pontolo, Gorontalo Utara, Kamis (13/2/2025). Seorang dinyatakan tewas saat dalam kecelakaan mobil tangki di tanjakan Pontolo tersebut 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara -- Proses evakuasi mobil BBM kecelakaan di Pontolo Gorontalo Utara, masih mengalami kendala, Kamis (13/2/2025). 

Petugas kesulitan mengevakuasi mobil akibat beratnya muatan BBM yang masih tersisa dalam tangki.

Selain itu, posisi mobil yang berada di kemiringan juga memperumit upaya pemindahan.

Menurut seorang aparat, saat ini masih dicari cara terbaik untuk mengevakuasi mobil ini tanpa menimbulkan risiko tumpahan BBM atau kebakaran.

Sementara itu, di lokasi masih terlihat ramai. Banyak warga setempat  yang menyaksikan mobil tersebut. 

Pria dengan kaos hijau itu hingga berita ini dimuat, masih berada di atas kap mobil BBM bernomor polisi B 9167 SFV

Sebagai informasi awal, bahwa sebuah mobil pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kecelakaan di kawasan Tanjakan Pontolo, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Kamis pagi (13/2/2025).

Mobil menabrak sebuah pohon di bibir jalan, sehingga tidak sampai terjun ke jurang.

Pantauan di lapangan, mobil berwarna merah-putih tersebut tampak dalam kondisi penyok parah pada bagian depan. 

Perlu diketahui, lokasi kecelaan ini sendiri memang jadi momok bagi sopir mobil besar. Hal itu karena kerap memakan korban. 

Salah satu supir truk, Supratman Lamalaka (33), mengungkapkan keluhannya atas tanjakan maut tersebut.

"Tanjakan ini sering menghambat perjalanan kami," ujar Supratman saat ditemui di lokasi, Rabu (15/5/2024).

Tanjakan yang memiliki panjang hampir 1 kilometer ini memang terbilang berbahaya.

Apalagi saat musim hujan, jalannya licin dan membuat para supir truk kewalahan saat membawa muatan besar.

"Kalau musim hujan itu jalannya licin, sehingga saya perlu berhenti sejenak untuk mengosongkan jalan tersebut dari kendaraan lainnya," jelas Supratman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved