Berita Viral
Siswi SMA di Sumatera Heran Dimintai Foto Seksi untuk Ikut Seleksi Kompetensi oleh Pegawai Sekolah
Aksi yang dilakukan oleh pegawai honorer di salah satu sekolah SMA di Sumatera Utara membuat para siswi heran. Pegawai sekolah itu adalah NN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Siswi-gdhsghsc.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Aksi yang dilakukan oleh pegawai honorer di salah satu sekolah SMA di Sumatera Utara membuat para siswi heran.
Pasalnya 4 siswi ini dimintai untuk mengirimkan sebuah foto seksi mereka dengan alasan untuk mengikuti kompetisi.
Pegawai sekolah itu adalah berinisial NN.
Karena perbuatannya, tenaga honorer di SMA Negeri Binjai itu dipecat.
NN dipecat karena meminta foto seksi atau berpakaian minim terhadap sejumlah siswi.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumatera Utara, M Basir Hasibuan, mengatakan pihaknya telah mendapati informasi tersebut.
"Ya benar, kami sudah dapati informasi itu dan memberikan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan," kata Basir melalui saluran telepon pada Selasa (11/2/2025).
"Pelaku ini seorang honorer yang bekerja di bagian tata usaha," katanya, melansir dari Kompas.com.
Basir menyampaikan, mulanya pihak sekolah mendapati pengaduan dari empat siswi yang menyampaikan hal tersebut.
Pengakuan para siswi ini, NN meminta foto berpakaian minim melalui chat WhatsApp.
Adapun modus NN, foto tersebut rencananya akan diikutsertakan dalam kompetisi Casual Girl Gen Z.
Namun, lambat laun, para siswi mulai curiga dan mempertanyakan hal itu kepada pihak sekolah.
Baca juga: Viral Kasus Porter Bandara Curi Emas, Lion Air Imbau Penumpang Tak Simpan Barang Berharga di Bagasi
"Kami tidak menoleransi hal itu, tadi sudah diputuskan bahwa yang bersangkutan di-PHK mulai besok," ujar Basir.
Meski begitu, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait kompetisi Casual Girl Gen Z tersebut, apakah benar atau tidak.
"Kami juga masih telusuri, apakah ada ancaman terhadap siswi dan lainnya. Nanti akan disampaikan lebih lanjut," tuturnya.
Sebelumnya, Polres Cianjur mendalami dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami seorang siswi SMAN 1 Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Korban yang berinisial SD (18) mengaku dilecehkan oknum guru Bimbingan Konseling (BK) berinisial YE pada 8 November 2023.
Meski berstatus terlapor, YE masih aktif mengajar di sekolah hingga sekarang.
Bahkan YE membantah melecehkan korban saat di laboratorium komputer.
Berdasarkan keterangan korban, pelecehan seksual terjadi dua kali selama dua jam pelaksaan ujian minat bakat.
Kepala Sekolah SMAN 1 Ciranjang, Jakaria menyatakan YE masih berstatus guru BK dan laporan dugaan pelecehan masih diselidiki petugas kepolisian.
"Pasca adanya dugaan pelecehan seksual hingga saat ini seorang guru tersebut masih ada dan melakukan beberapa pekerjaannya di sekolah. Benar guru itu merupakan guru BK," jelasnya, Rabu (24/1/2024), dikutip dari TribunJabar.id.
Korban juga masih menjalani kegiatan belajar di sekolah dan mengikuti sejumlah kegiatan di luar jam sekolah.
"Semenjak adanya kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, kami dari pihak sekolah telah melaporkannya ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdik Provinasi Jawa Barat," bebernya.
Baca juga: Lirik Lagu Hatimu Yang Inginkanmu - Dudy Oris feat Irwan Simanjutak
Pihak sekolah berupaya menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, namun keluarga korban telah membuat laporan.
"Sejak itu juga kita mencoba mediasi dengan keluarga siswi bersangkutan. Tapi mungkin karena keluarganya berhalangan sehingga upaya mediasi belum dapat terlaksana," terangnya.
Jakaria mengatakan korban dilecehkan saat mengikuti ujian asesment atau minat bakat di laboratorium komputer.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, betul ada dugaan tindak pelecehan seksual terhadap siswi pada saat mengikuti ujian assesment," paparnya, Rabu (24/1/2024), dikutip dari TribunJabar.id.
Menurutnya, ujian assesment diikuti sejumlah siswa dan diawasi lima orang guru.
"Informasi yang saya terima, mungkin pada saat itu guru bersangkutan tengah membantu siswi itu, sehingga terjadi sentuhan pada saat memegang mouse kompter," bebernya.
Pihak sekolah sudah memanggil YE, namun terduga pelaku membantah melakukan tindakan pelecehan.
"Saat mendapatkan informasi itu, guru bersangkutan tersebut langsung saya BAP. Sesuai dengan pengakuanya dia hanya membantu siswi tersebut pada saat mengerjakan ujian assesment," jelasnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat YE mendekati korban dan posisi keduanya berdekatan.
"Sesuai dengan rekaman CCTV guru bersangkutan memang berada dekat dengan siswi itu, dan tampak seperti bersentuhan," ungkapnya.
Kakak korban, SPF (24) menyatakan dugaan pelecehan dialami adinya saat mengikuti Ujian Asesment atau minat bakat pada November 2023 lalu.
Korban mendapat meja paling pojok dan terlapor sedang bertugas mengawasi ujian di lab komputer.
"Saat mulai pelaksanaan ujian minat bakat, guru lain berkeliling, terduga pelaku sempat menghampiri adik saya dengan menanyakan, dan tidak ada curiga apapun," ungkapnya, Selasa (23/1/2024), dikutip dari TribunJabar.id.
Menurut SPF, ada lima guru yang mengawasi ujian di lab komputer.
Empat guru sempat keluar ruangan dan kesempatan ini dimanfaatkan terlapor untuk mendekati korban.
"Saat itu adik saya tidak terlalu menghiraukan karena sedang fokus ujian. Awalnya adik saya merasa biasa-biasa saja, namun oknum guru BK tersebut mulai mengelus-ngelus punggung selama beberapa menit. Saat itu baru adik saya mulai tidak merasa nyaman," sambungnya.
Baca juga: Lion Air Akan Tindak Tegas 4 Porter Bandara yang Curi Emas Milik Penumpang
SPF menambahkan terlapor sempat menanyakan soal ujian yang dikerjakan sambil memegang tubuh korban.
"Saat itu tangan terduga pelaku mulai menyentuh bagian sensitif adik saya."
"Namun pada saat itu adik saya tidak berani berontak karena merasa ketakutan dan terancam," lanjutnya.
Sejumlah siswa yang berada di lab komputer melihat dugaan pelecehan yang dilakukan oknum guru BK.
"Perbuatan oknum guru tersebut pun sempat diketahui teman adik saya. Akibat kejadian tersebut adik saya sempat murung selama satu minggu dan sering menangis," bebernya.
Korban kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya ke keluarga.
Pihak keluarga sudah membuat laporan ke sekolah dan kepolisian agar oknum guru BK diberi hukuman.
"Kita sudah laporkan guru itu ke sekolahnya, tapi belum ada tindak lanjut, dan kepolisian hingga saat pun masih mandeg karena masih memeriksa saksi," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.