Berita Viral
Lion Air Akan Tindak Tegas 4 Porter Bandara yang Curi Emas Milik Penumpang
Menurut Corporate Comumunications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, investigasi internal sedang berjalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Polisi-Sudah-Tangkap-4-Porter-Lion-Air-Curi-Emas-Penumpang-Asal-Kendari-Penjelasan-Bandara-Haluoleo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak Lion Air akan menindaklanjuti kasus pencurian emas dari koper penumpang.
Menurut Corporate Comumunications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, investigasi internal sedang berjalan.
Barang berharga milik korban telah ditemukan dan akan dikembalikan setelah proses penyelidikan selesai.
Menurutnya, Lion Air tidak menolerir segala tindak kriminal dan akan menindak tegas pegawai yang melanggar.
"Kami tidak mentolerir praktik-praktik yang bertentangan dengan standar layanan dan integritas yang kami junjung tinggi," katanya.
Sebelumnya diketahui, pencurian perhiasan emas yang dialami penumpang Lion Air berinisial ADJ (23) viral di media sosial.
ADJ berteriak histeris saat melihat kopernya dicongkel setiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara pada Sabtu (8/2/2025).
Wanita 23 tahun itu mengaku kehilangan perhiasan emas serta jam tangan yang disimpan di bagasi.
Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap perhiasan emas dicuri 4 porter di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.
Kapolsek Ranomeeto, AKP Ansar Ali, mengatakan identitas pelaku yakni S (28), MS (23), M (21), dan S (28).
"Sudah ditangkap empat orang porter di bandara sana (Bandara Sultan Hasanuddin Makassar), bukan di Kendari ini pelakunya," paparnya, Selasa (11/2/2025).
Ia menerangkan koper korban yang berisi cincin emas 1,85 gram, gelang emas seberat 2,98 gram, dan satu unit jam tangan dibongkar paksa para pelaku.
"Memang dia sudah curiga karena waktu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tasnya itu dia mau bawa masuk di kabin."
"Tapi ada orang sana yang paksa itu koper masuk ke bagasi. Nanti korban ini periksa tasnya tiba di Kendari baru ketahuan," sambungnya.
Para pelaku merupakan pegawai ground handling (pihak ketiga) yang mengurusi bagasi di Bandara Makassar.