Sabtu, 7 Maret 2026

Gorontalo Musim Durian

Durian dari Sulawesi Tengah Banjiri Gorontalo, Pedagang Mengaku Suplai 1000 Biji per Hari

Ribuan biji durian rutin dikirim dari berbagai daerah di Sulteng seperti Parigi Moutong, Palu, dan Palele, memenuhi permintaan pasar di Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Durian dari Sulawesi Tengah Banjiri Gorontalo, Pedagang Mengaku Suplai 1000 Biji per Hari
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
DURIAN DI GORONTALO : Penjual durian di Jalan John Ario, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (12/2/2025). Durian asal Provinsi Sulawesi Tengah banyak dijual di Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloMeskipun banyak yang mengira durian yang beredar di Gorontalo berasal dari daerah setempat, faktanya pasokan utama justru datang dari Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ribuan biji durian rutin dikirim dari berbagai daerah di Sulteng seperti Parigi Moutong, Palu, dan Palele, memenuhi permintaan pasar di Gorontalo.

Ramli Suleman, salah satu pedagang durian, mengungkapkan bahwa mayoritas durian yang dijual di Gorontalo berasal dari Sulteng.

Ia sendiri menyuplai sekitar 2.000 biji setiap dua hari dari petani di sana.

“Yang dari Gorontalo ada, misalnya dari Tolinggula, tapi jumlahnya sedikit dibandingkan dari Sulteng,” kata Ramli, Rabu (12/2/2025).

Menurutnya, tingginya pasokan durian dari Sulteng disebabkan oleh faktor geografis dan produksi.

Sulteng memiliki banyak daerah penghasil durian berkualitas dengan jumlah panen yang melimpah.

Selain itu, jalur distribusi yang lancar membuat durian dari Sulteng lebih mudah masuk ke Gorontalo dengan harga yang lebih bersaing.

Di berbagai titik penjualan di Kota Gorontalo dan Kecamatan Telaga, durian asal Sulteng mendominasi pasar.

Ramli menjual durian dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu untuk delapan biji hingga Rp 70 ribu untuk satu biji dengan ukuran besar.

Banyak pembeli bahkan memesan secara online dan meminta durian dikupas sebelum dibawa pulang.

“Setiap malam selalu ramai pembeli. Bahkan ada yang sengaja datang untuk makan langsung di tempat,” tambahnya.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa pasokan durian bergantung pada musim panen.

“Kita bisa jualan kalau lagi musimnya saja. Kalau di Sulteng panennya sedikit, otomatis stok di sini juga berkurang,” tutup Ramli.

Cuan Durian

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved