Kamis, 26 Maret 2026

Hiu Paus Gorontalo

Cegah Hiu Paus Kelelahan, Dispar Gorontalo Rencana Gunakan Sistem Reservasi Online untuk Pengunjung

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian Hiu Paus dan memastikan interaksi wisatawan dengan satwa laut raksasa ini tetap terkendali.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cegah Hiu Paus Kelelahan, Dispar Gorontalo Rencana Gunakan Sistem Reservasi Online untuk Pengunjung
DroneHiuPaus
HIU PAUS BOTUBARANI : Kemunculan empat ekor Hiu Paus muncul di kawasan Wisata Hiu Paus Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (9/10/2025). Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo akan membahas kembali soal ketentuan dan pembatasan interaksi dengan Hiu Paus, untuk menjaga kondisi fisik Hiu Paus. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Gorontalo tengah merancang kebijakan baru terkait wisata Hiu Paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian Hiu Paus dan memastikan interaksi wisatawan dengan satwa laut raksasa ini tetap terkendali.

Kepala Dispar Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, mengungkapkan bahwa selama ini wisata Hiu Paus dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Namun, tingginya jumlah wisatawan yang datang tanpa regulasi yang ketat berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan Hiu Paus.

"Kemarin ada wisatawan mancanegara yang mempertanyakan bagaimana pengaturan interaksi dengan Hiu Paus. Hewan juga bisa mengalami stres jika terlalu sering berinteraksi dengan manusia," ujar Aryanto, Sabtu (8/2/2025).

Untuk mengatasi hal tersebut, Dispar berencana menerapkan sistem reservasi online bagi wisatawan yang ingin melihat Hiu Paus di Botubarani.

Dengan adanya sistem ini, jumlah pengunjung harian dapat dikontrol agar tidak berlebihan.

"Ke depannya, wisatawan yang ingin datang harus mendaftar lebih dulu melalui website. Kita akan atur kuota per hari agar interaksi dengan Hiu Paus lebih terjaga," jelas Aryanto.

Menurutnya, sistem ini juga akan meningkatkan nilai eksklusif dari wisata Hiu Paus sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, kebijakan ini akan diperkuat dengan standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur mekanisme interaksi dengan Hiu Paus.

Anton Pakaya, salah satu warga di kawasan wisata, menyambut baik rencana tersebut.

Namun, ia menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan agar aturan ini bisa diterapkan dengan efektif.

"Kami belum pernah melihat secara langsung Hiu Paus kelelahan karena interaksi dengan manusia. Tapi kalau memang ada kajian yang membuktikan hal itu, sebaiknya aturan ini disepakati bersama," kata Anton.

Saat ini, jumlah Hiu Paus yang muncul di perairan Botubarani bervariasi setiap harinya.

Dalam beberapa kesempatan, hanya satu ekor yang muncul dan tetap melayani wisatawan sejak pagi hingga sore.

Dengan adanya pembatasan jumlah pengunjung, diharapkan Hiu Paus di perairan Gorontalo dapat tetap berada dalam kondisi sehat dan nyaman, sehingga wisata ini bisa berkelanjutan dalam jangka panjang.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved